Kabarindo24jam.com | Babakan Madang – Terjadinya macet dan banjir di jalur perlintasan Presiden Prabowo Subianto akibat proyek pembangunan dua perumahan mewah di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, membuat Pemkab Bogor dan Komisi I DPRD murka dan bahkan sempat menyegel lokasi proyek pada Senin (8/12/2025).
Usai kegaduhan tersebut, Pemkab Bogor yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Eko Mujiarto melakukan pertemuan dengan pihak pengembang The Sanctuary pada Selasa (9/12/2025). Hasilnya, kedua pihak menyatakan siap berkolaborasi untuk penanganan masalah banjir di jalur VIP itu,
Kepada wartawan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengungkap pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Kapolsek, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan Pengembang, untuk menuntaskan masalah banjir dan macet di jalur lintasan Presiden itu.
“Kita sudah melakukan pertemuan membahas permasalahan yakni soal PJU (penerangan jalan umum) dan banjir. Kita ingin mendapatkan penanganan secepatnya,” kata Ajat dalam pernyataannya yang dikutip pada Rabu (10/12/2025).
Ajat menambahkan, untuk persoalan banjir memiliki dua kategori yakni jangka pendek dan panjang, meski demikian dirinya meminta agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan sesuai intruksi Bupati Bogor Rudy Susmanto. “Pak Bupati meminta permasalahan banjir yang jangka pendek dan panjang yang dimana titik-titik banjir itu ada, harus segera ada penanganan secepatnya,” ucap Ajat.
“Alhamdulilah, dari pihak developer yaitu The Sanctuary menyatakan siap untuk melakukannya, bahkan sudah ada yang langkah-langkah yang mereka lakukan dalam menangani banjir sesuai arahan dari Dinas PUPR,” sambung Sekda Ajat.
Humas The Sanctuary, Aminullah menambahkan, kalau pihaknya telah membuat saluran air sepanjang 400 meter dari jalan menuju aliran sungai Cijayanti untuk mengatasi banjir di akses jalur perlintasan Presiden Prabowo Subianto dari kediamannya keluar wilayah. “Saluran air ini yang kita buat sesuai arahan dari Dinas PUPR Bogor dan saat ini masih on progres, agar air yang menggenang di jalan dapat disalurkan melalui saluran tersebut,” ucapnya.
Ia mengungkapkan kalau pihaknya akan menyelesaikan pembuatan saluran air itu secepat mungkin demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat setempat dan pengguna jalan yang melintas di wilayah Cijayanti, termasuk ketika Presiden RI Prabowo melintas.
“Pengerjaan ini masih berlanjut dan kita targetkan selesai secepat-nya, untuk saat ini kami sedang melebarkan lahan agar jalur jalan bisa menjadi lebar yang berada di lokasi dengan lebar 1,5 meter,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Komisi I DPRD Kabupaten Bogor melakukan sidak (inspeksi mendadak) sekaligus menyegel, PT Pembudi Alam Lestari (PAL) dan Perumahan The Sanctuary, Senin (8/12/2025). Ketua Komisi I, Muhammad Irvan Maulana alias Ipeck menyebut, kalau dua pengembang itu menjadi biang penyebab banjir dan kemacetan di jalur kediaman Presiden.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, bahwa seluruh investor wajib melaksanakan kewajiban yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kami membuka pintu lebar untuk investor masuk ke Kabupaten Bogor, tetapi taati aturan yang berlaku dan tidak berdampak pada lingkungan yang berpotensi mengganggu masyarakat,” tegas Ipeck.
Ia mengatakan, pihak investor mesti mengatasi permasalahan yang telah timbul akibat adanya pengerjaan di lokasi. “Dampaknya drainase tidak berfungsi dengan baik yang mengakibatkan akses Pak Presiden Prabowo yakni Jalan Raya Cijayanti banjir. Ini harus segera ditangani,” ujarnya. (Cky)





