Kabarindo24jam.com | Sukamakmur -Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan kehadiran negara dalam menangani dampak bencana pergeseran tanah yang melanda Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur. Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, pemerintah daerah tidak akan lepas tangan terhadap warga yang rumahnya rusak maupun yang tinggal di wilayah dengan kondisi tanah masih bergerak.
Sebagai langkah cepat, Pemkab Bogor menyiapkan bantuan sewa rumah sementara bagi seluruh warga terdampak. Bantuan sebesar Rp 750.000 per bulan akan dibayarkan sekaligus untuk enam bulan pertama agar warga dapat segera menempati hunian yang aman dan layak, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana pergeseran tanah di Desa Pabuaran. Hal itu ditegaskan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat meninjau lokasi pada Jumat (30/1). Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 60 kepala keluarga terdampak, dengan 38 kepala keluarga mengalami kerusakan rumah kategori rusak berat, sementara lainnya berada di area yang tanahnya masih bergerak meski bangunan belum rusak.
Selain penanganan darurat, Rudy menjelaskan bahwa kajian teknis terhadap kondisi tanah akan segera dilakukan. Tim geologi akan diturunkan untuk meneliti tingkat kelabilan tanah serta penyebab pergeseran, apakah bersifat alami atau dipengaruhi faktor lain. Hasil kajian ini akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, termasuk opsi perbaikan di lokasi semula atau relokasi.
Keselamatan warga menjadi titik awal seluruh kebijakan pemerintah daerah dalam menangani bencana ini. Apabila suatu wilayah dinyatakan tidak layak huni, Rudy menegaskan relokasi akan ditempuh melalui musyawarah bersama tokoh masyarakat dan warga, tanpa keputusan sepihak, sembari pemerintah menginventarisasi lahan milik Pemkab Bogor sebagai alternatif tempat tinggal yang lebih aman. (Man*/)





