Kabarindo24jam.com | Bogor kota -Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diminta kreatif untuk menggerakkan pariwisata tanpa bertumpu pada besaran anggaran. Komisi IV DPRD Kota Bogor menegaskan bahwa kunci penguatan sektor pariwisata ini terletak pada inovasi, terutama melalui konsistensi penyelenggaraan berbagai acara atau event kota.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, pun menyoroti adanya ketimpangan antara total anggaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dengan porsi promosi wisata yang dinilai masih sangat minim. “Anggaran yang dialokasikan untuk promosi cukup kecil jika dibandingkan dengan total anggaran Disparbud,” ujar Fajar dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (5/2/2026).
Bagi Komisi IV, promosi merupakan ujung tombak. Namun, ketika ruang fiskal terbatas, strategi harus segera bergeser. Alih-alih menunggu APBD membesar, pemerintah kota didorong untuk memperbanyak panggung aktivitas yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Solusi yang ditawarkan DPRD kepada Disparbud cukup tegas: memperbanyak gelaran event yang konsisten dan terkurasi dengan baik. Fajar bahkan memproyeksikan, setelah melalui proses verifikasi kualitas, Kota Bogor minimal dapat menggelar 90 event dalam setahun. Artinya, hampir setiap pekan Bogor memiliki alasan kuat untuk didatangi.
Dalam kerangka tersebut, kawasan Mulyaharja, khususnya Saung Eling, turut disorot sebagai simpul pengembangan baru. Kawasan ini dinilai memiliki kekuatan narasi sejarah peninggalan kerajaan yang dapat diangkat menjadi magnet wisata berbasis budaya yang kuat.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya datang, tapi membawa kesan positif. Apalagi menjelang Porprov, Disparbud harus menyiapkan skema penyambutan matang bagi para atlet dan ofisial agar mereka juga berwisata di Bogor,” tambah Fajar.
Komisi IV DPRD juga menyebut gelaran Jazz Hujan pada Sabtu (31/1/2026) hadir sebagai contoh konkret. Event ini telah resmi disahkan hak ciptanya sebagai agenda asli Kota Bogor dan ditetapkan sebagai event ikonik pertama yang lahir dari inisiasi Wali Kota.
Sejak awal, Jazz Hujan dirancang untuk merepresentasikan karakter Bogor sebagai Rain City. Acara ini memadukan musik jazz, kreativitas lokal, serta suasana kota yang hangat dan inklusif, dengan orientasi pada dampak budaya, sosial, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, menyatakan pihaknya siap mengakselerasi arahan tersebut. Saat ini, tercatat sudah ada 56 event yang masuk dalam daftar resmi, dengan 10 di antaranya ditetapkan sebagai agenda unggulan. “Tujuan utama dari 10 event unggulan ini adalah untuk meningkatkan PAD dan mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya,” jelas Firdaus. (Man/*)





