Pemulihan Pendidikan Jadi Prioritas, Sekolah Terdampak Bencana Dikejar Beroperasi Awal 2026

0
24

Kabarindo24jam.com | Sumatera – Pemerintah mempercepat pemulihan layanan pendidikan di sejumlah wilayah Sumatra yang terdampak banjir dan longsor. Upaya ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal pada awal Januari 2026, seiring dimulainya semester genap tahun ajaran baru.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan, kesiapan operasional sekolah menunjukkan perkembangan signifikan. Di Provinsi Aceh, sekitar 65 persen sekolah telah disiapkan untuk kembali beroperasi, sementara di Sumatra Barat dan Sumatra Utara tingkat kesiapan mendekati 90 persen. “Pembersihan dan revitalisasi fasilitas pendidikan terus dilakukan, dan laporan dari pemerintah daerah menunjukkan hampir seluruh sekolah siap beroperasi,” ujar Pratikno dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Pratikno menegaskan, percepatan pemulihan pendidikan merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan pembelajaran formal dimulai kembali pada awal Januari 2026. “Arahan Bapak Presiden meminta seluruh jajaran bekerja tanpa henti agar layanan pendidikan segera pulih,” kata Pratikno. Ia juga mengajak kementerian, lembaga, serta masyarakat untuk bersinergi memulihkan wilayah terdampak, sembari tetap waspada terhadap dinamika cuaca.

Dukungan penanganan bencana juga diperkuat dari sisi keamanan. Wakapolri Komjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, Polri mengirim sekitar 300 personel tambahan ke wilayah Sumatra pada akhir 2025. Pengiriman ini merupakan kelanjutan dari gelombang sebelumnya untuk memperkuat penanggulangan bencana. “Sesuai perintah Kapolri, personel dipersiapkan membantu penanganan bencana di wilayah terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan bantuan pendidikan terus disalurkan. Staf Khusus Mendikdasmen Didik Suhardi yang meninjau sekolah terdampak di Sumatra Barat pada 24–25 Desember 2025 menyatakan, bantuan telah diberikan sejak empat minggu terakhir, disesuaikan dengan jumlah siswa terdampak dan tingkat kerusakan sekolah. “Bantuan meliputi school kit, makanan sehat, alat tulis, tenda kelas darurat, hingga voucher tunai pembersihan material banjir,” kata Didik. Ia menambahkan, sekolah dengan kerusakan berat perlu direlokasi ke lokasi yang lebih aman, sementara tenda pembelajaran disiapkan sebagai langkah darurat di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. (Man*/)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini