Perkuat Fungsi Museum Pajajaran Bogor, Menbud Gelar Pameran Riksa Wisesa

0
39

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia, Fadli Zon didampingi Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, membuka Pameran Riksa Wisesa di Museum Pajajaran, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (5/2/2026). Pameran ini menjadi langkah awal penguatan fungsi museum sebagai pusat informasi sejarah dan kebudayaan Sunda, khususnya jejak Kerajaan Pajajaran.

Yang menarik, pameran Riksa Wisesa menghadirkan sekitar 60 koleksi bersejarah yang merepresentasikan kuasa, pusaka, dan ajaran budaya Sunda. Koleksi tersebut berasal dari berbagai komunitas budaya, koleksi pribadi, hingga pinjaman dari Sumedang Larang serta para pegiat budaya di wilayah Bogor.

Menbud Fadli Zon mengutarakan harapannya pameran ini dapat menjadi sarana edukasi sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal akar sejarah dan peradaban bangsa. “Kita jadikan ini sebagai daya motivasi untuk terus mengenal sejarah budaya kita dan peradaban kita yang sangat kaya,” ujarnya.

Menbud Fadli juga menyebut bahwa pameran ini baru awal, atau tahap pertama. Ke depan ruang pamer ini akan kita kembangkan lebih utuh lagi,” ujar Fadli seraya menambahkan pameran tahap awal difokuskan pada koleksi kujang dan keris khas Pasundan.

Berikutnya, koleksi akan diperluas dengan berbagai ekspresi budaya lain, seperti wayang, gamelan, serta warisan budaya tak benda yang telah diakui sebagai cultural heritage. “Nanti dikembangkan dengan wayang, gamelan, dan ekspresi budaya lain. Dengan begitu museum ini punya satu ruang pamer yang lengkap dan terintegrasi,” katanya.

Fadli juga menyinggung revitalisasi kawasan Museum Pajajaran yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk perbaikan cungkup untuk melindungi koleksi. Ia mengaku telah beberapa kali meninjau langsung proses pembenahan tersebut.

“Dalam dua bulan kita perbaiki. Waktu itu saya sampaikan kepada Pak Wali Kota, mari kita aktivasi tempat ini menjadi Museum Pajajaran. Alhamdulillah sekarang sudah bisa kita laksanakan pamerannya,” ucapnya.

Museum Pajajaran, lanjut Fadli, akan diarahkan menjadi kantong budaya sekaligus pusat aktivitas seni. Pada tahun ini, area kosong di lingkungan museum direncanakan dibangun amfiteater sebagai ruang pertunjukan terbuka. Kementerian Kebudayaan juga akan membantu penataan interior serta pengisian artefak secara bertahap.

“Pelan-pelan artefaknya kami isi. Kami akan mengundang seniman dan budayawan untuk ikut menyumbang koleksi dengan kurasi yang baik, baik itu tosan aji, pusaka, kujang, maupun artefak lainnya,” jelasnya.

Fadli menilai wilayah Sunda memiliki sejarah panjang yang belum sepenuhnya terdokumentasi secara terintegrasi. Oleh karena itu, kehadiran Museum Pajajaran dinilai penting sebagai pusat afirmasi sejarah Kerajaan Pakuan Pajajaran yang berjaya pada abad ke-10 hingga abad ke-17.

“Pemerintah pusat dan daerah ingin museum ini menjadi pusat budaya dan pusat informasi tentang kerajaan besar di tanah Sunda. Siapa pun yang datang ke Bogor, baik dari luar kota maupun luar negeri, kalau ingin tahu sejarah Pajajaran harus datang ke sini,” pungkas Fadli. (Man/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini