Perkuat Toleransi di Tengah Arus Digital, Komite Lintas Agama Gelar Diskusi di Pura Chandraprabha Jakarta Barat

Kabarindo24jam.com | Jakarta Barat – Komite Lintas Agama (KLA) Jakarta Barat menggelar kegiatan Diskusi Lintas Agama yang berlangsung di Pura Hindu Chandraprabha, Jelambar, Jakarta Barat.

Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai toleransi antarumat beragama di tengah dinamika global dan derasnya arus informasi digital.

Bacaan Lainnya

Acara dibuka oleh Nyoman Sutrisna selaku Ketua Banjar Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) DKI Jakarta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa gembira dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, forum seperti ini sangat penting dalam meningkatkan rasa toleransi serta mempererat persaudaraan antarumat beragama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketut Sukadana, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jakarta Barat yang juga merupakan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat dari perwakilan Hindu.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dinilai mampu memperkuat nilai toleransi dalam bingkai kebhinekaan.

Dalam beberapa pekan terakhir, KLA Jakarta Barat menilai situasi global yang semakin dinamis dan cenderung memanas turut berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, terutama melalui ruang digital. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi serta maraknya narasi kebencian dinilai berpotensi memicu perpecahan dan merusak persaudaraan.

” Kondisi ini menjadi tantangan bagi para tokoh agama untuk terus menjaga dan memperkuat tali silaturahmi, serta menghadirkan narasi yang menyejukkan di tengah masyarakat,” ungkap Rudy salah satu perwakilan KLA.

Oleh karena itu, KLA mendorong agar ruang-ruang pertemuan lintas agama terus diperluas. Melalui dialog dan komunikasi yang terbuka, diharapkan dapat mencegah munculnya kesalahpahaman yang berujung pada konflik sosial.

Melalui silaturahmi yang berkelanjutan, para tokoh agama dan masyarakat dapat saling memahami, berdiskusi, serta menemukan titik temu dalam menjaga persatuan dan persaudaraan.

Upaya ini dinilai penting sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(RY/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *