Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Dedie A. Rachim mengatakan, Presiden Prabowo secara khusus memberikan perhatian terhadap daerah Kota Bogor. Secara khusus, Presiden meminta kepada Wali Kota Dedie dan jajarannya agar mengembalikan identitas sebagai kota yang indah, tertib, dan bersih.
“Presiden beberapa kali menyampaikan langsung kepada saya beliau ingin Kota Bogor dikembalikan keindahannya, ketertibannya, dan kebersihannya. Salah satu yang harus dibenahi adalah penataan spanduk, billboard, dan videotron agar lebih mempercantik wajah kota,” kata Dedie dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (5/2/2026).
Menurut Dedie, pesan tersebut akan menjadi prioritas Pemkot Bogor ke depan, sejalan dengan citra Bogor sebagai kota dalam taman. Penataan ruang kota dinilai penting untuk menciptakan kenyamanan masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kota.
“Ini akan menjadi perhatian serius Pemkot Bogor agar wajah kota semakin rapi, indah, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya seraya menyebut arahan Presiden terkait penertiban spanduk, reklame, hingga kabel utilitas sejatinya telah mulai dijalankan Pemkot Bogor sejak tahun 2025.
Diketahui hingga saat ini, penertiban terus dilakukan secara bertahap di berbagai titik kota. Berdasarkan data Pemkot Bogor, sebanyak 14.219 reklame nonpermanen telah ditertibkan. Reklame tersebut terdiri dari spanduk, umbul-umbul, banner, hingga pamflet.
Selain itu, sebanyak 63 reklame permanen juga telah diturunkan dari sejumlah lokasi strategis. Tak hanya itu, penataan kabel utilitas turut dilakukan guna menjamin keselamatan, kerapian, dan kenyamanan ruang kota.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengungkapkan bahwa bersama Wali Kota Bogor sejak awal dilantik, dirinya telah melakukan penertiban. Langkah itu merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden yang menekankan pentingnya kebersihan dan estetika kota.
Ia menyebut, Pemkot Bogor telah merobohkan puluhan billboard yang berada di kawasan pusat kota, khususnya di sekitar Sistem Satu Arah (SSA) dan kawasan Istana Bogor. Ini tak lain untuk mengembalikan estetika kawasan strategis tersebut. “Ada 61 billboard yang kita tertibkan,” ungkapnya.
Jenal menambahkan, penataan ruang kota menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bogor dalam mendukung Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo. Menurutnya, penertiban spanduk dan baliho penting untuk mendukung kenyamanan warga maupun wisatawan.
Ke depan, Pemkot Bogor juga berencana melakukan pendataan ulang terhadap billboard yang tidak memiliki izin melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Bahkan, opsi moratorium reklame tengah disiapkan sebagai bagian dari penataan berkelanjutan. (Man/*)





