Pesawat ATR 42-500 Rute Yogyakarta – Makassar Hilang Kontak di Maros, 11 Orang Dalam Penerbangan – Pencarian Masih Berlangsung

0
340

Kabarindo24jam.com | MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Sebuah pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak pada Sabtu siang (17/1/2026) saat dalam penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan hingga kini belum ditemukan keberadaannya.

Pesawat dengan registrasi PK-THT itu terakhir kali terdeteksi radar AirNav Indonesia sekitar pukul 13.17 WITA di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sekitar kawasan Bantimurung–Leang-Leang. Titik koordinat terakhir yang tercatat yaitu 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.

Data Penerbangan dan Penumpang
Berdasarkan konfirmasi resmi dari Basarnas, pesawat tersebut membawa 11 orang di atasnya yang terdiri dari:
8 kru pesawat
3 penumpang
Dengan total 11 orang Person On Board (POB) pada penerbangan ini.

Pesawat ATR 42-500 ini sedang melaksanakan rute domestik dari Yogyakarta ke Makassar saat kontak dengan otoritas udara terputus.

Kronologi Kejadian
Lepas landas dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar pada pagi hari.
Penerbangan normal dan berjalan sesuai rencana sampai mendekati area penerbangan dekat Sulawesi Selatan.
Kontak terakhir tercatat sekitar pukul 13.17 WITA ketika pesawat masih melintas di atas wilayah Maros — komunikasi dengan Air Traffic Control tiba-tiba terputus.

Setelah sinyal hilang, otoritas menyatakan pesawat dalam status hilang kontak dan memulai operasi pencarian dan pertolongan.

Pencarian dan Pertolongan
Operasi pencarian dipimpin oleh Basarnas (Badan SAR Nasional) Makassar dengan dukungan dari TNI AU, Polri, dan relawan, termasuk helikopter dan drone untuk menjangkau medan pegunungan.

Posko SAR dibentuk di sekitar Desa Leang-leang, Bantimurung, dengan ratusan personel dikerahkan ke lokasi yang menjadi dugaan titik terakhir pesawat.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai temuan puing pesawat atau korban sampai berita ini ditulis. Operasi SAR masih berlangsung dan pihak berwenang menekankan pencarian terus dilakukan hingga seluruh penumpang dan kru ditemukan.

Juru bicara Basarnas menyatakan bahwa tim SAR segera dikerahkan ketika laporan kehilangan kontak diterima dari AirNav Indonesia. Operasi pertama difokuskan di area pegunungan kapur sekitar titik radar terakhir.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga terlibat dalam koordinasi dengan otoritas terkait, termasuk persiapan NOTAM (Notice to Airmen) serta pengamanan ruang udara di sekitar wilayah pencarian.

Hingga kini, pesawat maupun korban belum ditemukan dan belum ada konfirmasi resmi mengenai adanya korban selamat atau tewas. Pihak berwenang menegaskan pencarian akan terus diperluas dengan berbagai unsur SAR nasional dan militer. (Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini