Minggu, 31 Agustus 2025

Politisi Gerindra Sebut Ojol yang Gugur Sebagai Martir Ekonomi Rakyat

Kabarindo24jam.com | JAKARTA – Politisi Partai Gerindra yang juga advokat, Fauziah Suci Cahyani, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya pengendara ojek online (ojol) Affan Kurniawan. Ia menilai Affan sebagai martir pejuang ekonomi rakyat.

Lewat sambungan telepon, Sabtu, 30 Agustus 2025, Suci juga menyoroti bentrokan antara massa pengunjuk rasa dengan aparat yang menimbulkan korban jiwa di kedua belah pihak. “Saya mengharapkan unjuk rasa dengan cara kekerasan dapat segera diakhiri. Kita adalah sesama anak bangsa, mari ciptakan suasana damai dan tertib di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Suci mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang berjanji menindak tegas pihak-pihak bertanggung jawab atas jatuhnya korban selama aksi unjuk rasa 25–27 Agustus 2025. Ia menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana, yang selama ini berpihak kepada para pengendara ojol. “Hanya di era Presiden Prabowo, pengendara ojol mendapat tunjangan hari raya (THR),” katanya.

Lebih jauh, ia mendesak agar aplikator ojek online mau membuka ruang dialog dan mengakomodasi tuntutan pengemudi. Salah satunya, penurunan tarif maksimal aplikasi menjadi 10 persen. “Agar tidak merugikan dan membebani pemerintah,” tutur Suci.

Ia juga menyinggung komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi. Menurutnya, pernyataan Prabowo yang siap mati melawan koruptor bukan sekadar slogan. Hal itu dibuktikan dengan penindakan terhadap kasus korupsi di sektor sumber daya alam, termasuk migas, sawit, dan timah. Bahkan, Prabowo disebut telah menyita 3,1 hektare lahan yang dikuasai kelompok yang disebutnya “kaum serakahnomic”.

Selain itu, Suci menilai langkah Presiden menghentikan tantiem direksi BUMN, memotong tunjangan berlebihan aparat negara, serta menata ulang gaji pejabat merupakan bukti nyata upaya menekan keserakahan. “Ini menjadi titik tolak pembenahan tata kelola keuangan negara sekaligus memperbaiki kesejahteraan rakyat dan pemerataan ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengimbau agar pejabat negara maupun wakil rakyat menjaga komunikasi politik yang cermat dan santun. Menurutnya, rakyat berhak menyampaikan pendapat sebagaimana diamanatkan UUD 1945. “Jangan sampai mencederai perasaan publik, baik secara verbal maupun perilaku. Jangan lakukan tindakan provokatif,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Suci menyerukan masyarakat agar tetap tenang, saling menjaga, dan tidak terprovokasi pihak-pihak yang ingin mencederai kemurnian demokrasi. “Bangsa Indonesia dikenal dunia atas keramahannya. Saya percaya semua masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik,” katanya. ( Cky*/)

 

redaksi
redaksihttps://kabarindo24jam.com
Redaksi media Kabarindo24jam.com

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini