Potongan Video Netanyahu Picu Hoaks AI di Media Sosial

Kabarindo24jam.com | Israel –Isu mengenai kondisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah beredarnya potongan video konferensi pers yang menampilkan dirinya seolah memiliki enam jari. Potongan klip tersebut memicu spekulasi warganet yang menuding siaran tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta dikaitkan dengan rumor kematian Netanyahu.

Rumor tersebut bahkan diperkuat oleh sejumlah komentar pengguna media sosial. “Ini jelas Ai. Israhell sedang menutupi fakta kalau Satanyahu kemungkinan besar sdh tewas, juga petinggi mossad dan menteri keamanan nasional. Semua modar,” tulis seorang pengguna Facebook. Pengguna lain juga menyoroti tampilan tangan Netanyahu dalam video tersebut. “AI, jari tangannya ada 6,” tulisnya.

Bacaan Lainnya

Hasil pemeriksaan fakta yang dilakukan Politifact pada 13 Maret 2026 menyimpulkan bahwa klaim tersebut tidak terbukti. Lembaga jurnalisme yang berada di bawah naungan The Poynter Institute itu memastikan video yang beredar merupakan rekaman asli konferensi pers Netanyahu.

Konferensi pers tersebut digelar Netanyahu pada Jumat, 12 Maret 2026, menjadi penampilan publik pertamanya sejak perang Timur Tengah pecah pada 28 Februari 2026 akibat serangan Israel dan Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, Netanyahu—yang akrab disapa Bibi—memberikan penjelasan panjang terkait konflik yang telah memasuki hari ke-15 serta menjawab berbagai pertanyaan jurnalis.

Spekulasi warganet muncul setelah potongan gambar memperlihatkan Netanyahu menunjuk dengan kedua tangannya sehingga tampak seolah memiliki enam jari. Namun ketika rekaman diperiksa lebih teliti, anatomi tangannya terlihat normal. Kesan jari tambahan muncul akibat pantulan cahaya pada telapak tangan saat ia melakukan gestur menunjuk.

Rekaman lengkap yang dirilis Israeli Government Press Office (GPO) melalui YouTube juga tidak menunjukkan adanya indikasi manipulasi video. Dalam tayangan tersebut, Netanyahu tampak berinteraksi secara aktif dengan para wartawan melalui konferensi video dan menggunakan gestur tangan secara natural.

Dengan demikian, narasi yang menyebut Netanyahu telah meninggal atau digantikan oleh video berbasis AI dipastikan tidak benar. Kejanggalan visual pada potongan video yang beredar hanyalah efek sudut kamera dan pantulan cahaya, bukan bukti manipulasi teknologi. (Man*/)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *