Proyek Jalan Rp14 Miliar Rusak Dua Bulan, DPRD Soroti Kualitas dan Pengawasan

0
8

Kabarindo24jam.com | Cibinong – Proyek rekonstruksi jalan kabupaten yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor menuai sorotan tajam. Pasalnya, jalan yang baru rampung sekitar dua bulan tersebut sudah mengalami kerusakan parah di sejumlah titik. Nilai anggaran proyek ini diketahui mencapai lebih dari Rp14 miliar.

Anggaran pembangunan jalan yang amblas

Kerusakan terlihat di Desa Buana Jaya, Desa Antajaya, dan Desa Bantar Kuning. Di Kampung Cibeureum, Desa Buana Jaya, badan jalan tampak amblas disertai retakan cukup lebar. Sementara di Desa Antajaya, muncul lubang dan retakan melintang yang membahayakan pengguna jalan.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi III, Beben Suhendar, menyatakan kondisi ini tidak bisa dianggap wajar meski faktor cuaca dan tingginya curah hujan kerap dijadikan alasan. Menurutnya, proyek dengan anggaran miliaran rupiah seharusnya dirancang dengan perhitungan teknis yang matang, termasuk antisipasi terhadap kondisi alam.

“Kalau baru dua bulan sudah rusak, ini harus dipertanyakan. Apakah spesifikasi teknisnya sesuai? Apakah pengawasannya maksimal? Jangan sampai masyarakat dirugikan karena pekerjaan yang tidak sesuai standar,” tegas Beben, Minggu (15/2/2026).

Ia mengungkapkan bahwa sejak tahap pembangunan berlangsung, pihaknya telah menerima laporan terkait kerusakan drainase dan tembok penahan tanah (TPT). Meski telah dilakukan koordinasi dan peninjauan lapangan, fakta di lapangan menunjukkan hasil pekerjaan belum memenuhi ekspektasi.
Beben menekankan bahwa setiap penggunaan anggaran APBD wajib dipertanggungjawabkan secara transparan dan profesional. Ia memastikan Komisi III akan memanggil Dinas PUPR, pihak kontraktor, hingga unsur pengawasan seperti Inspektorat, BPK, dan aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

“Ini bukan hanya soal jalan rusak, tapi soal kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran, harus ada konsekuensi tegas,” ujarnya.

Kerusakan dini proyek bernilai besar ini memicu kekecewaan masyarakat yang berharap infrastruktur jalan dapat bertahan lama dan menunjang aktivitas ekonomi. Publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan kualitas pembangunan serta mencegah kejadian serupa terulang. (In)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini