Pulihkan Keamanan dan Konektivitas Udara di Bandara Korowai, TNI AU Kerahkan Korpasgat

0
5

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Sejalan dengan instruksi khusus dari Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal M Tonny Harjono, markas besar TNI AU memperkuat unsur Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) di Bandara Korowai Batu untuk membantu upaya pemulihan keamanan sekaligus konektivitas udara di wilayah Papua tersebut.

Langkah tersebut juga untuk menjamin keberlanjutan distribusi logistik serta mobilitas masyarakat di kawasan pedalaman Papua. Terlebih, Bandara Korowai Batu memiliki fungsi strategis sebagai penghubung wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Namun, instabilitas keamanan sempat terjadi di kawasan Bandara Korowai Batu akibat penembakan dua pilot pesawat Smart Air pada 11 Februari 2026.

Insiden tersebut menyebabkan personel Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan pemandu lalu lintas udara mengungsi bersama masyarakat sekitar. Untuk saat ini, TNI masih melakukan penjagaan di wilayah bandara dan akan secara bertahap menyerahkan kembali kewenangan kepada otoritas sipil apabila kondisi dinilai sudah kondusif.

“Selain menjamin keamanan perimeter dan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), personel Korpasgat juga melaksanakan fungsi kebandarudaraan sebagai pengganti sementara unsur UPBU dan AirNav,” ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana dikutip dari siaran pers Dispenau, Jumat (20/2/2026).

Diberitakan sebelumnya, pascainsiden penembakan pilot Smart Air, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi meninjau langsung kondisi Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Senin (16/2).

Dalam peninjauan tersebut, Pangkogabwilhan III didampingi oleh Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) III Marsda TNI Azhar Aditama D., beserta sejumlah pejabat Kogabwilhan III dan Kodau III lainnya. Rombongan bergerak dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, menuju Korowai Batu menggunakan pesawat TNI AU CN-235 Skadron Udara 27.

Dalam peninjauan tersebut, Panglima juga memeriksa kondisi pesawat Smart Air yang menjadi sasaran penembakan dan menemukan lebih dari 20 bekas tembakan di sejumlah bagian badan pesawat, meskipun tidak sempat dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sementara itu, Pangkodau III menyampaikan bahwa sebagai langkah pengamanan telah dilakukan penebalan pasukan Korpasgat. Di lokasi juga telah tergelar personel Pasukan Rajawali serta unsur Brimob Satgas Damai Cartenz. “Penguatan tersebut bertujuan menjamin keamanan kawasan bandara sekaligus memulihkan operasional penerbangan di wilayah tersebut,” jelas Marsda Azhar. (Cok/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini