Ray Zulham: Bonus SEA Games Jadi Pelecut Prestasi Petinju Nasional

0
24
Para atlet tinju Indonesia disambut oleh para pengurus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (20/12/2025), setelah bertanding di ajang SEA Games Thailand 2025

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) mengapresiasi prestasi atlet usai penampilan tim tinju Indonesia pada SEA Games 2025. Ketua Umum PB PERBATI Ray Zulham Farras Nugraha memastikan para petinju peraih medali akan mendapatkan bonus sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka di ajang multievent Asia Tenggara tersebut.

Pada debutnya di SEA Games, tim tinju Indonesia berhasil mengumpulkan total sembilan medali, terdiri dari satu emas, empat perak, dan empat perunggu. Raihan itu sekaligus memenuhi target satu medali emas yang sebelumnya ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Ray bersama jajaran pengurus PERBATI langsung merealisasikan bonus bagi para atlet. Peraih medali emas diganjar Rp200 juta, sementara masing-masing peraih perak menerima Rp20 juta dan peraih perunggu memperoleh Rp10 juta. “PERBATI itu punya tradisi menghargai prestasi. Bonus ini sebagai tanda simpati dan juga sebagai pelecut motivasi bagi mereka agar bisa meraih prestasi lebih tinggi lagi ke depan,” ujar Ray dalam keterangan resmi, Kamis.

Selain apresiasi finansial, Ray mengingatkan para petinju agar tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan tantangan yang lebih besar sudah menanti, mulai dari Asian Games Nagoya 2026 hingga Olimpiade Los Angeles 2028. “Tinju amatir Indonesia pernah berjaya dengan melahirkan petinju peraih medali emas Asian Games serta menembus perempat final Olimpiade. Saya yakin petinju Indonesia bisa mengulang prestasi terdahulu,” kata Ray.

Untuk mendukung target jangka panjang tersebut, PERBATI menyiapkan penguatan pembinaan melalui peningkatan jumlah kompetisi nasional dan penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Amatir Asia U-19 dan U-23 di Jakarta pada 2026. Indonesia sendiri memiliki catatan sejarah dengan Pino Bahari sebagai peraih emas Asian Games Beijing 1990, serta Ferry Moniaga, Albert Papilaya, dan La Paena Masara yang menembus perempat final Olimpiade. Namun, sudah dua dekade Indonesia belum meloloskan petinju ke Olimpiade sejak Bonix Saweho tampil di Athena 2004, sebuah tantangan yang kini ingin dijawab generasi baru petinju nasional.(Man*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini