Rencana Impor Mobil Koperasi Merah Putih, KPK Wanti-Wanti, DPR Minta Penundaan

0
9

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Menyusul rencana pengadaan (impor) 105.000 unit mobil dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau atau mewanti-wanti kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) selaku pelaksana impor tersebut agar mematuhi prosedurnya.

“KPK mengimbau agar setiap pengadaan barang dan jasa dalam menjalankan program-program pemerintah dilakukan secara taat prosedur untuk memitigasi adanya penyimpangan,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (24/2/2026).

Selain itu, Budi mengingatkan agar kendaraan yang menjadi objek pengadaan harus sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. “Termasuk penentuan spesifikasi yang juga harus sesuai dengan kebutuhan, untuk mencegah adanya praktik pengondisian barang ataupun penyuplainya,” katanya, dilansir Antara.

Budi Prasetyo mengatakan bahwa unsur pengawas menjadi penting dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut, termasuk kebutuhan pengadaan kendaraan oleh Agrinas. “Ini yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh pihak yang akan melakukan pengadaan mobil dari luar negeri,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merespons rencana impor mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Merah Putih yang menjadi sorotan. Dasco meminta pemerintah menunda dulu rencana tersebut.

“Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dasco berharap Presiden Prabowo akan membahas detail rencana tersebut selepas kunjungan kerjanya di luar negeri. Dasco menyatakan bahwa pihaknya sudah meminta pemerintah menunda rencana impor itu.

“Tentunya Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu,” ucap Ketua Harian DPP Gerindra itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), A Iman Sukri mengingatkan komitmen Presiden Prabowo soal kemandirian produksi kendaraan. Peringatan ini disampaikan merespons soal impor 105.000 unit mobil pick-up dari produsen di India.

“Presiden Prabowo sangat bangga menggunakan kendaraan produksi lokal, bahkan seluruh menteri dan pejabat pemerintah diarahkan menggunakan Maung, didorong untuk tidak menggunakan produk asing. Itu sebagai wujud kebanggaan dan komitmen penggunaan produk dalam negeri,” kata Iman, Minggu (22/2/2026).

Iman justru mendorong dilakukannya percepatan produksi kendaraan buatan lokal. Sebab, Prabowo telah menyiapkan anggaran dan lahan untuk pabrik. “Semua bertujuan membangun rasa percaya diri dan nasionalisme, bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan berkualitas tinggi,” ujar Iman.

“Faktanya, kapasitas industri otomotif nasional masih sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial, termasuk mobil pick-up. Bahkan, kendaraan niaga ringan jenis mobil pick-up merupakan unggulan dalam negeri, tak hanya memenuhi pasar domestik, melainkan ekspor,” tambah dia.

Dia optimis, fasilitas dan ekosistem industri dalam negeri masih sangat kuat. Terlebih kapasitas produksi otomotif yang belum terpakai sepenuhnya. “Sebetulnya tidak ada alasan untuk melakukan impor kendaraan niaga, negara kita sangat kuat dalam membuat kendaraan niaga jenis apapun itu, termasuk mobil pick-up dan ini bertentangan dengan UU Perindustrian No 3 tahun 2014,” jelas dia.

Diketahui sebelumnya, kabar mengenai langkah impor oleh Agrinas diumumkan perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd (M&M), dalam laman perusahaan mereka pada 4 Februari 2026. M&M mengumumkan akan memasok sebanyak 35.000 unit Scorpio pikap.

Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota kepada media di tanah air mengonfirmasi mengimpor 105.000 mobil dari perusahaan India. Ratusan ribu kendaraan tersebut terdiri atas 35.000 unit mobil pikap ukuran 4×4 dari M&M, kemudian 35.000 unit pikap 4×4, dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors. (Cok/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini