Reses DPRD di Cariu, Warga Soroti Infrastruktur hingga Guru Honorer

0
56

Kabarindo24jam.com | Cariu– Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) II menggelar reses masa sidang II tahun 2025–2026 di Kecamatan Cariu, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Camat Cariu H. Agus Sopyan Budi Asmara, para kepala desa se-Kecamatan Cariu, unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, KNPI, serta jajaran anggota DPRD Dapil II yakni H. Ahmad Fatoni, H. Sulaiman (PKS), H. Amin Sugandi (Golkar), H. Beben Suhendar (Gerindra), Wakil Ketua DPRD H. Junaedi Samsudin (PPP), dan Rudi Sabana (NasDem).

Dalam reses tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi prioritas, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, pengelolaan sampah, kesejahteraan guru honorer, krisis air bersih, hingga penerangan jalan umum (PJU).

H. Ahmad Fatoni menyoroti persoalan sampah di Cariu yang mencapai sekitar 4 ton per hari. Ia menegaskan perlunya solusi komprehensif dan berkelanjutan, salah satunya melalui penguatan Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan. Harus ada edukasi, pengelolaan dari sumbernya, dan dukungan sarana yang memadai agar persoalan sampah bisa tertangani secara menyeluruh,” ujarnya.

H. Sulaiman dari Fraksi PKS menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa dan sarana pendukung pertanian.
“Cariu memiliki potensi besar di sektor pertanian. Infrastruktur yang baik akan mempercepat distribusi hasil tani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

H. Amin Sugandi dari Fraksi Golkar memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan. Ia menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang layak, termasuk penambahan ruang kelas dan fasilitas pendukung.

“Kualitas pendidikan harus menjadi prioritas. Kami akan mendorong agar kebutuhan sekolah, termasuk usulan penambahan SD, dapat direalisasikan,” tegasnya.

Sementara itu, H. Beben Suhendar dari Fraksi Gerindra menyampaikan rasa syukur atas telah ditetapkannya lokasi pemekaran Bogor Timur (Botim).

“Pemekaran ini diharapkan membawa percepatan pembangunan dan pemerataan pelayanan publik, termasuk bagi wilayah Cariu,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, H. Junaedi Samsudin dari Fraksi PPP, menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat-rapat DPRD.
“Reses ini adalah kewajiban kami untuk mendengar langsung suara rakyat. Semua masukan akan kami kawal agar masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.

Rudi Sabana dari Fraksi NasDem menambahkan pentingnya kolaborasi antara DPRD, pemerintah kecamatan, dan desa dalam menuntaskan persoalan krisis air bersih dan perawatan PJU.
“Kami mendorong pembangunan sumur bor di titik-titik rawan kekeringan serta perawatan rutin PJU agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Cariu H. Agus Sopyan Budi Asmara memaparkan potensi dan tantangan wilayahnya, terutama di sektor pertanian. Ia mengusulkan bantuan alat pertanian serta penambahan satu unit sekolah dasar untuk menunjang kebutuhan pendidikan yang terus meningkat.

Isu krusial lainnya yang mencuat adalah kebijakan penghapusan guru honorer pada Januari 2026 yang menimbulkan kekhawatiran. Para anggota DPRD Dapil II menyatakan komitmennya untuk mencari solusi yang adil dan tidak merugikan para guru honorer yang telah lama mengabdi.
Reses ini diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, khususnya bagi warga Kecamatan Cariu dan wilayah Dapil II Kabupaten Bogor. (In)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini