Kabarindo24jam.com | Cibinong – Setelah Supriadi Jufrie serta Ivan Fadilla Soedjoko meninggalkan jabatan Direktur Utama dan Direktur Operasional di Perseroan Daerah (Perseroda) Sayaga Wisata, kini Aminuddin STP, MSI selaku Direktur Umum (Dirum), berperan tunggal memimpin manajemen sekaligus mengendalikan kinerja BUMD pariwisata yang memiliki Hotel Ultima Horison Sayaga itu.
Menurut Aminuddin, dirinya sudah menerima perintah sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa hari yang lalu untuk melaksanakan tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama (Plt Dirut) sampai dengan adanya dua anggota direksi baru hasil seleksi yang segera digelar oleh Pemkab Bogor selaku pemegang saham terbesar Sayaga Wisata.
“Sesuai dengan hasil RUPS yang sudah dilaksanakan pekan lalu, saya mendapat tugas untuk menjadi Plt Dirut. Dan tugas itu efektif berlaku pada tanggal 14 Maret 2026,” kata Aminuddin menjawab pertanyaan dari Kabarindo24jam melalui pesan singkat telepon selulernya, Rabu (4/3/2026).
Disinggung soal kesiapan dan rencana prioritasnya, Aminuddin mengaku akan melanjutkan kerja-kerja Direktur Utama sebelumnya dan mengendalikan operasional perusahaan sampai terpilihnya dua anggota direksi yang baru hasil seleksi Pemkab Bogor. “Mohon doanya ya kang,” ucap Aminuddin.
Diketahui, sebelum menjadi Dirum Sayaga, Aminuddin, dikenal sebagai aktivis Organisasi Pemuda lulusan IPB, memahami kultur dan budaya masyarakat Bogor, menamatkan Studi S2 di Fakultas Ekologi Manusia IPB. Dia juga memiliki pengalaman panjang menjadi pendamping project-project pemerintah dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Supriadi Jufrie, putra asli Bogor yang memiliki pengalaman panjang di dunia pariwisata dan lama berkiprah sebagai eksekutif senior di Perusahaan Penerbangan Nasional, dikabarkan menjabat posisi strategis di InJourney Destination Management (IDM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) milik Kementerian Pariwisata.
IDM dikenal sebagai pengelola destinasi wisata terpadu yang berfokus pada pelestarian budaya, inovasi digital, dan peningkatan pengalaman wisatawan di situs warisan dunia seperti Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Selain itu, IDM juga mengelola elemen destinasi, promosi, dan acara budaya Indonesia.
“Betul, saya pindah karir ke IDM, mohon doanya ya bang,” kata Jufrie saat dikonfirmasi Kabarindo24jam, baru-baru ini. Jufrie juga mengaku sudah menyerahkan memo kerja atau catatan kinerjanya kepada manajemen Sayaga Wisata sebagai bentuk tanggungjawabnya saat menjabat Direktur Utama.
Terkait dengan kekosongan dua jabatan penting di Sayaga Wisata ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah membentuk panitia seleksi (Pansel). Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan bahwa dibentuknya Pansel itu agar perusahaan tetap beroperasi sebagaimana mestinya.
“Jadi hari ini akan kita tetapkan pansel, semua harus terbuka dan pendaftaran dibuka secara umum. Nanti kalau calon-calonnya sudah mendaftar itu baru bisa kita melihat secara langsung orangnya,” ujar Rudy kepada wartawan di Cibinong, Rabu (25/2/2026) lalu.
Bupati Rudy menjelaskan, pansel itu melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Terkait kriterianya, Rudy ingin calon-calon direktur itu memiliki kemampuan dan inovasi di bidang pariwisata.
“Kami ingin orang-orang profesional yang berdasarkan kemampuan masing-masing, kalau perbankan harus bersumber dari perbankan dan kalau dari pariwisata harus bersumber dari orang-orang yang memiliki ide gagasan terkait pariwisata,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Sayaga Wisata berdiri pada tahun 2014, melalui Perda Nomor 3 tahun 2014 tentang pembentukan BUMD Pariwisata, dan akta Notaris Rickie Riyadi Nomor 3 tanggal 22 Desember 2014, serta disahkan oleh SK Menhukam No. SK AHU-0002204.AH.01.01. Tahun 2015. Selain memiliki usaha perhotelan, Sayaga Wisata juga mengelola rest area kawasan wisata Puncak – Cisarua, bisnis akomodasi dan travel. (Cok)







