Rusia Terapkan Pembatasan Platform Digital Asing melalui Sistem DNS Nasional

0
101

Kabarindo24jam.Com | MOSKOW — Otoritas Rusia dilaporkan memperketat kontrol internet dengan memblokir akses ke sejumlah platform digital internasional, termasuk layanan pesan WhatsApp dan platform video YouTube. Kebijakan ini dilakukan melalui langkah teknis pada sistem domain nasional, yang berdampak pada pengguna di dalam negeri.

Regulator internet Rusia menghapus domain “youtube.com” dari server Domain Name System (DNS) nasional, sehingga perangkat pengguna tidak lagi dapat menghubungkan alamat situs tersebut dengan alamat IP yang sesuai. Kondisi ini membuat layanan YouTube tidak dapat diakses tanpa penggunaan jaringan privat virtual (VPN).

Langkah serupa juga terjadi pada layanan WhatsApp, yang domainnya dilaporkan hilang dari sistem tersebut. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari upaya pembatasan terhadap platform yang berada di luar kendali pemerintah.

Sejumlah laporan menyebutkan akses terhadap beberapa platform internasional — termasuk WhatsApp, YouTube, Instagram, dan Facebook — menjadi tidak tersedia setelah domainnya dihapus dari sistem DNS nasional, membuat layanan tersebut tidak dapat ditemukan oleh perangkat pengguna di Rusia.

Media juga melaporkan pemblokiran akses WhatsApp secara resmi serta dorongan kepada pengguna untuk beralih ke aplikasi lokal yang didukung pemerintah. Kebijakan tersebut dikaitkan dengan tuntutan kepatuhan terhadap regulasi domestik dan kewajiban perusahaan teknologi asing di negara itu.

Selain itu, laporan terbaru menyebut pemerintah Rusia memblokir total akses WhatsApp dan YouTube sebagai bagian dari penguatan kontrol internet nasional, termasuk penghapusan domain dari server DNS dan peningkatan pembatasan layanan digital asing.

Analis keamanan siber menilai pembatasan ini dilakukan melalui penggunaan sistem DNS nasional serta teknologi penyaringan trafik internet, seiring upaya mendorong penggunaan alternatif domestik.

Pemblokiran ini menandai eskalasi kebijakan kontrol ruang digital Rusia. Meski demikian, beberapa pengguna masih dapat mengakses layanan yang dibatasi melalui metode teknis seperti VPN, meski kualitas koneksi dilaporkan tidak stabil atau terhambat.

(Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini