Sekda Kabupaten Bogor Ungkap Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

0
5

Kabarindo24jam.com | Cibinong -Sekretaris Daerah (Sekda) Ajat Rochmat Jatnika mengungkapkan bahwa Bupati Rudy Susmanto telah menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor segera menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu bisa terjadi, terutama menjelang akhir tahun ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa upaya kewaspadaan tersebut disusun sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Pemkab Bogor sudah menindaklanjuti amanah dari Pemprov Jabar. Ke depan, status tanggap darurat akan diterapkan dengan lebih operasional,” kata Sekda Ajat dalam pernyataannya yang dikutip pada Kamis (4/12/2025).

Ia menyebut penetapan dari Pemprov Jawa Barat berdampak pada meningkatnya kesadaran sekaligus memperkuat peran masing-masing organisasi perangkat daerah. “Namun, kesiapsiagaan bencana lebih bersifat sebagai peringatan agar semua tetap waspada, selalu berkoordinasi dengan BPBD, melakukan pengecekan berulang, termasuk terkait penyiapan anggaran,” jelasnya.

Sekda Ajat lantas mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. “Dalam kondisi seperti ini, masyarakat diharapkan lebih selektif saat bepergian atau liburan di akhir tahun. Kurangi aktivitas di wilayah rawan bencana seperti pantai, gunung, dan sungai,” tegasnya.

Bahkan kepada warga yang tinggal di bantaran Sungai, mantan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor ini, mengingatkan untuk mengevaluasi kondisi rumahnya serta menyiapkan langkah mitigasi guna meminimalisasi risiko bencana banjir.

‎Kepada jajaran pemerintah daerah terlebih Tim Reaksi Cepat (TRC), Command Center 112, penyelamatan Damkar dan lainnya, harus siap siaga dengan kondisi saat ini. ‎”Saat ini kondisi nya dari informasi yang dianalisa terus oleh BPBD dan BNPB memang cuaca kan cuaca ekstrem, jadi harus siap siaga,” tutur Ajat.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 50 bencana alam terjadi selama tiga hari beruntun, terhitung 1 sampai 3 Desember 2025. “Sepanjang 1-3 Desember 2025 sudah ada 50 bencana alam,” ujar Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin.

Adapun bencana alam di Kabupaten Bogor didominasi oleh angin kencang. Bersyukurnya, tidak ada korban jiwa akibat bencana alam selama 3 hari tersebut. Namun, pihak BPBD hingga kini masih melakukan pendataan terkait korban yang mengalami luka-luka tertimpa material bangunan gegara angin kencang.

Oleh karena itu, pihak BPBD menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bogor untuk selalu waspada saat cuaca ekstrem melanda wilayah Bumi Tegar Beriman di penghujung 2025 ini. BPBD juga menyarankan agar warga jangan berteduh di bawah pohon jika ada angin kencang. Mengingat, angin kencang acapkali menumbangkan pohon besar. (Cky/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini