Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Anak Rentan

0
124

Kabarindo24jam.com | Kaltim – Pemerintah terus memperluas jangkauan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok rentan melalui program Sekolah Rakyat. Hingga awal 2026, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai daerah dan menampung sekitar 15 ribu siswa. Program ini dirancang untuk mencegah risiko putus sekolah sekaligus membuka kesempatan belajar yang lebih setara.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen negara dalam menjamin hak pendidikan setiap anak. “Hari ini bukan hanya meresmikan Sekolah Rakyat, tetapi menjadi pengingat bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang layak,” ujar Prasetyo, Sabtu (17/1/2026). Ia menjelaskan, sekolah ini menyasar siswa jenjang SD hingga SMA yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan formal dan diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti sekolah reguler.

Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi penanda kuatnya komitmen pemerintah dalam pemerataan pendidikan. Sekolah-sekolah ini tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Prabowo juga meninjau fasilitas perpustakaan yang mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI.

Prasetyo mengakui, program ini sempat menuai keraguan pada tahap awal. Namun, pemerintah tetap menjalankannya sambil melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pendidikan nasional. Tahun ini, pemerintah menargetkan renovasi minimal 60 ribu sekolah, peningkatan kualitas guru, serta pembaruan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Sepanjang 2025, sekitar 288 ribu sekolah telah menerima panel interaktif sebagai bagian dari modernisasi sarana belajar.

Dukungan terhadap literasi juga diperkuat melalui ribuan koleksi buku cetak dan Anjungan Baca Digital (ABD) di Sekolah Rakyat. “Mereka bisa akses ya, lewat online buku digital dapat dibaca,” kata Prabowo saat meninjau perpustakaan. Presiden mengapresiasi capaian literasi siswa, termasuk prestasi akademik yang diraih dalam waktu singkat. Pemerintah pun menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah, sehingga total penerima manfaat bisa mencapai 500 ribu siswa sebagai bagian dari upaya mengurangi kemiskinan struktural melalui pendidikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini