Kabarindo24jam.com | Cibinong –
Maraknya istri atau keluarga pejabat pemerintah, aparatur sipil negara dan pemerintahan desa yang flexing di sosial media , membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika kembali mengingatkan larangan pamer atau flexing bagi para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. khususnya anggota keluarganya.
Dia mengingatkan hal itu setelah video istri kepala desa (Kades) di Kecamatan Cigudeg sedang pamer duit viral. “Kalau yang baru-baru ini beredar itu kan istri Kades, jadi saya mengimbau ASN harus mempunyai empati yang besar dengan kondisi saat ini. Kita kan sudah bikin juga surat edaran nggak boleh flexing segala macam,” kata Ajat dalam pernyataannya di Cibinong, dikutip pada Senin (3/11/2025).
Dia menyebut banyak warga yang masih hidup dalam kesulitan. Karenanya jelas, Pemkab Bogor telah melarang ASN, kades, dan keluarganya untuk pamer. “Apalagi pamer-pamer uang, sekitar kita sedang menderita. Jadi saya imbau tidak ada pamer-pamer kekayaan, baik ASN atau kepala desa, terus keluarganya. Hentikan itu, kita harus mempunyai empati,” ujarnya.
Sebelumnya, video yang viral di media sosial menunjukkan istri kades menaruh gepokan duit itu di atas meja. Wanita itu memamerkan uang sambil makan di sebuah restoran. Pengunggah menarasikan video tersebut dibuat berkaitan dengan penutupan tambang yang dilakukan di wilayah Cigudeg.
Menyikapi hal itu, Kades Rengasjajar, Rusli, kemudian menjelaskan video tersebut dibuat pada Juli 2025. “Kepada masyarakat yang terdampak, saya sampaikan bahwa video itu dibuat bulan Juli 2025 dan tidak ada kaitan dengan kelakuan Ibu Lurah dengan penghinaan terhadap masyarakat yang terdampak dalam keadaan saat ini,” kata Rusli, dalam video yang diterima, Kamis (30/10/2025).
Rusli mengatakan ada yang mengunduh video tersebut saat istrinya membuat story di fitur media sosial WhatsApp. Dia menganggap video tersebut diberi keterangan berlebihan oleh orang lain. “Setelah ditanya pemilik video itu yang ada gambar Ibu Lurahnya dari salah satu sopir truk yang memang beliau merasa ada yang men-download di dalam SW-nya (story WhatsApp) dan diberikan caption berlebihan dan diadu domba dengan masyarakat yang terdampak,” bebernya.
Terkait hal tersebut, Inspektorat Kabupaten Bogor telah melakukan pemanggilan terhadap Kepala Desa Rengasjajar. Menurut Sekda Kabupaten Bogor Ajat R Jatnika, pemanggilan terhadap Rusli dilakukan pada Kamis (30/10/2025) siang. “Udah dipanggil Inspektorat, pokoknya harus diklarifikasi,” katanya.
Ajat menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya, video tersebut diambil beberapa bulan lalu sebelum adanya penutupan sementara tambang oleh Gubernur Jawa Barat. Kemudian, istri dari kepala desa tersebut ternyata seorang pengusaha. “Video bulan Juli, sebelum penutupan, sebelum penutupan sekarang, makanya dipanggil kadesnya,” pungkas Ajat. (Man/Dul)





