Kabarindo24jam.com | Bogor – Peristiwa asap beracun di lubang penggalian kawasan pertambangan emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung – Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tak hanya membuat Gubernur Dedi Mulyadi akan melakukan evaluasi izin operasional pertambangan di Pongkor, tetapi juga menyisakan duka mendalam lantaran ada warga yang meninggal saat melakukan aktivitas mencari emas yang ‘konon’ berada di luar kawasan resmi yang dikelola PT Aneka Tambang (Antam).
Dikutip dari akun pribadinya di Instagram pada Rabu (21/1/2026), Gubernur Dedi menyebut berdasarkan data yang diterimanya, jumlah korban tambang pongkor yang meninggal dunia tercatat sembilan orang. Para korban tambang Pongkor berasal dari wilayah Sukajaya dan Cigudeg.
Ia menjelaskan, perbedaan informasi terkait jumlah korban sempat beredar di tengah masyarakat. Namun, data yang diterimanya telah dilengkapi dengan identitas korban dan dinilai paling valid. “Saya menyampaikan duka yang mendalam. Ada yang menyampaikan 14 orang. Tetapi dari data yang saya terima, nama-namanya yaitu untuk wilayah Sukajaya dan Cigudeg, itu semuanya sembilan orang,” ujar Dedi.
Mantan Bupati Purwakarta itu mendoakan, para korban mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. “Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan keluarganya ditabahkan,” kata Dedi.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat atas instruksi dari Gubernur Dedi Mulyadi akan mengevaluasi izin operasional pertambangan di kawasan PT Antam (Aneka Tambang) Pongkor. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan dan tidak mengabaikan aspek keselamatan warga serta kelestarian lingkungan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Povinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengungkapkan, Pemprov Jabar akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor sebelum mengambil langkah lanjutan, agar kebijakan yang ditempuh tepat dan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.
“Nanti kita cek ricek koordinasi dengan Pemda Bogor. Yang jelas provinsi akan berikan bantuan membackup. Tapi kami harus dikoordinasikan dulu dengan Kabupaten Bogor,” kata Herman seraya menyebut eristiwa kepulan asap di area pertambangan tersebut menjadi perhatian serius Pemprov Jabar karena menyangkut keselamatan warga serta pengelolaan dan daya dukung lingkungan.
Herman menambahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki perhatian khusus terhadap pengendalian alih fungsi lahan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas tambang. Oleh karena itu, evaluasi izin pertambangan tidak hanya dilihat dari aspek administratif, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan sekitar dan keselamatan masyarakat.
“Yang jelas kan pak gubernur untuk ini beliau sangat konsen dengan pengendalian alih fungsi kita sudah terbitkan pergub nomor 11 tahun 2025 dan saat ini sedang lakukan evaluasi di RTRW yang jelang pembangunan didalamnya tambang tidak boleh mereduksi daya dukung lingkungan,” imbuh Herman.
Terpisah dilaporkan bahwa Tim Sar bersama Polres Bogor telah menghentikan sementara pencarian korban dugaan insiden di lubang tambang wilayah Pongkor setelah tim gabungan tak lagi menemukan korban usai satu pekan pencarian.
Kepala Polsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, tim gabungan dari Polres, Polda, tim SAR, dan PT Antam memutuskan menghentikan sementara pencarian. Keputusan tersebut, menurut Ucup, telah disampaikan dan diterima pihak keluarga. “Semalam (Selasa) diputuskan sementara dihentikan dan keluarga sudah menerima,” ujarnya.
Terkait informasi pasti mengenai jumlah korban, Ucup menyebut laporan warga masih simpang siur. Meski pencarian dihentikan sementara, Polsek Nanggung membuka posko dan layanan pelaporan bagi masyarakat yang memiliki informasi atau keluarga yang merasa kehilangan. (Cok/*)





