Setelah Disorot Presiden Prabowo, Pemkab Bogor Tertibkan Ratusan Spanduk dan Baliho

0
36

Kabarindo24jam.com | Babakan Madang -Buntut sorotan Presiden RI Prabowo Subianto terkait spanduk, baliho dan reklame, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung memerintahkan  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor menertibkan media luar ruang tersebut.

Pada Selasa (3/2/2026), sebanyak 382 spanduk, baliho dan reklame yang telah terpasang langsung dicopot, terutama yang berada di sepanjang jalan Cijayanti hingga Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, karena dianggap merusak estetika kawasan Ring 1 tersebut.

Langkah tegas ini merupakan tindak lanjut langsung atas apa yang menjadi “keluhan” Presiden Prabowo Subianto terkait maraknya iklan komersial yang menjamur di kawasan tersebut. Penertiban menyasar berbagai jenis iklan, mulai dari promosi ruko, rumah makan, hotel, hingga kafe.

”Kami menerima instruksi untuk menertibkan spanduk dan baliho yang melanggar aturan estetika. Hingga saat ini, total ada 382 atribut yang sudah kami amankan,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid, kepada awak media.

“Operasi ini dilakukan secara kolaboratif bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor. Kami memastikan proses pembersihan berjalan dengan lancar dan kondusif tanpa ada perlawanan dari pihak pemilik usaha,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam mengenai menjamurnya baliho komersial yang memenuhi bahu jalan di wilayah Bogor saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di SICC – Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

”Demi Indonesia yang asri, saya minta pemerintah daerah menertibkan spanduk yang jumlahnya sudah berlebihan. Dalam perjalanan menuju Hambalang saja, pemandangan dipenuhi iklan promo makanan dengan ukuran yang sangat besar. Mengapa harus sebesar itu?,” tandas Presiden Prabowo.

Presiden menekankan bahwa daya tarik sebuah daerah, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, terletak pada keasrian alam dan keindahan kotanya, bukan pada deretan papan iklan. Presiden juga bernostalgia mengenai alasannya memilih menetap di Bogor karena nilai sejarah dan keindahannya, sebagaimana dahulu Bung Karno juga merasa nyaman di Bogor dibanding Jakarta.

Sebagai solusi jangka panjang, Presiden menginstruksikan para kepala daerah untuk berdialog dengan asosiasi pengusaha seperti Kadin dan Hipmi. Tujuannya adalah mengatur penempatan iklan agar tetap komunikatif namun tidak merusak tata kota.

”Orang ke Bali ingin melihat keindahan Bali, bukan papan merek waralaba besar di sepanjang jalan. Saya minta jalan-jalan protokol segera ditertibkan,” tegas Presiden dalam arahannya.

Presiden Prabowo Subianto bermaksud menggalakkan gerakan ASRI  (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menggaet daya tarik wisawatan mancanegara untuk datang ke Indonesia.

Terkait hal tersebut Prabowo Subianto pun meminta kepada pemerintah daerah untuk menertibkan spanduk-spanduk tersebut. Ia menilai keberadaan spanduk-spanduk tersebut dapat mencoreng citra postif pariwisata Indonesia di mata dunia. (Dul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini