Kabarindo24jam.com | Jakarta –Rangkaian SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand pada 9–20 Desember resmi berakhir. Ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara itu menjadi penutup kalender kompetisi regional sebelum para atlet beralih ke persiapan level Asia. Thailand tampil dominan sebagai tuan rumah dan keluar sebagai juara umum dengan koleksi medali terbanyak.
Thailand menutup SEA Games 2025 sebagai juara umum dengan raihan 233 emas, 154 perak, dan 109 perunggu. Indonesia menempati posisi kedua di klasemen akhir dengan 91 emas, 112 perak, dan 131 perunggu, disusul Vietnam di peringkat ketiga dengan 86 emas, 79 perak, dan 110 perunggu. Capaian ini menjadi gambaran kekuatan olahraga Asia Tenggara jelang tantangan yang lebih besar di tingkat kontinental.
Setelah SEA Games, fokus para atlet kini tertuju pada Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi–Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Ajang empat tahunan tersebut akan mempertandingkan 54 cabang olahraga, termasuk padel yang untuk pertama kalinya masuk dalam daftar resmi Asian Games.
Berikut daftar lengkap cabor di Asian Games 2026:
- Renang artistik
- Loncat indah
- Renang
- Polo air
- Panahan
- Atletik
- Bulu tangkis
- Bisbol
- Sofbol
- Bola basket 3×3
- Bola basket 5×5
- Tinju
- Breaking dance
- Kano
- Kriket
- BMX
- Sepeda gunung
- Balap sepeda jalan raya
- Balap sepeda trek
- Esports
- Berkuda
- Anggar
- Hoki lapangan
- Sepak bola
- Golf
- Senam
- Bola tangan
- Judo
- Ju-jitsu
- Kabaddi
- Karate
- Kurash
- MMA
- Modern Pentathlon
- Padel
- Dayung
- Rugby 7s
- Sailing: Layar
- Sepak Takraw
- Menembak
- Skateboard
- Panjat tebing
- Squash
- Selancar
- Tenis meja
- Taekwondo
- Tenis lapangan
- Soft Tennis
- Triathlon
- Voli indoor
- Voli pantai
- Angkat besi
- Gulat
- Wushu
Indonesia dinilai memiliki modal kuat di sejumlah cabang unggulan seperti angkat besi, bulu tangkis, dan atletik yang selama ini menjadi lumbung medali. Pada Asian Games 2022 di China, kontingen Merah Putih finis di peringkat ke-13 dengan raihan tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu.
Dengan cakupan cabang yang luas, persiapan menyeluruh dan pemetaan kekuatan sejak dini menjadi kunci bagi Indonesia untuk bersaing dan memperbaiki posisi di panggung olahraga Asia. ( Man/*)





