Situ Citongtut Tercemar, Ribuan Ikan Mati, Diduga Limbah dari 21 Pabrik

0
3
Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Gunung putri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) gerak cepat melakukan tindaklanjut atas adanya fenomena ribuan ikan mati di Situ Citongtut, Desa Cidadas, Kecamatan Gunung Putri. Tim DLH Kabupaten Bogor sudah turun langsung melakukan pengecekan lokasi pada Senin (26/1/2026).

Saat mendatangi lokasi situ, DLH Kabupaten Bogor melakukan pengujian terhadap air Situ Citongtut yang diduga tercemar limbah. “Tim DLH hari ini sudah mengambil sampel air setu,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, dalam keterangan yang dikutip, Selasa (27/1/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menambahkan, pengambilan sampel air bertujuan untuk mengungkap penyebab ikan-ikan tersebut mati. Di samping itu, kata dia, tim juga melakukan pengamatan terhadap area sekitar situ tersebut dalam melakukan investigasi.

Menurutnya, hasil uji laboratorium sampel ini akan memakan waktu cukup lama untuk bisa mengetahui kandungan yang ada pada air tersebut. “Kita liat nanti uji pencemaran air bisa seminggu, dua minggu karna banyak unsur yang dicek, itu yang kemudian jadi lama mendapatkan hasilnya,” katanya.

Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, menyeruak informasi bahwa peristiwa ribuan ikan mati di Situ Citongtut diduga akibat pencemaran lingkungan dari 21 perusahaan yang dilintasi anak sungai mengalir ke situ tersebut. Hal ini lah yang kini tengah didalami oleh tim khusus DLH.

”Di area Situ Citongtut terdapat 21 perusahaan, bahkan pabrik itu dilintasi anak sungai yang mengalir ke situ tersebut. Karena anak sungai itu mengalir langsung masuk ke salah satunya situ itu, jadi pembuangan-pembuangan limbah mana sebenarnya ke situ, ini kita lagi selidiki,” ucap Teuku Mulya seraya menambahkan pada saat ini air situ sudah jernih kembali, warga sudah aktivitas lagi, bahkan sudah mancing lagi.

Sementara itu, pihak Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor menilai kematian ribuan ikan sapu-sapu di Setu Citongtut mengindikasikan adanya gangguan lingkungan yang berada di luar batas kemampuan biologis perairan.

Ketua Tim Pengawas Sumber Daya Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap Diskanak Kabupaten Bogor, Yayan Buduayana, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu merupakan salah satu jenis ikan yang kerap dijadikan indikator pencemaran di suatu perairan. “Kalau di perairan itu ikan-ikan lain sudah mati, biasanya ikan sapu-sapu masih tahan. Kebanyakan ikan mati karena kekurangan oksigen,” ujarnya.

Ketika ikan sapu-sapu ikut mati, tambah Yayan, maka dapat disebut kondisi perairan tersebut sudah berada di luar batas biologis ikan. Namun demikian, pihak Diskanak belum dapat memastikan secara rinci kondisi lingkungan apa yang menjadi penyebab utama.

“Ada beberapa penyakit ikan, seperti Aeromonas maupun Koi Herpes Virus (KHV), juga dapat menyebabkan kematian ikan. Kalau karena penyakit, kematian ikan biasanya terjadi secara bertahap, bisa dalam empat hari hingga satu minggu,” jelas Yayan. (Dul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini