Kabarindo24jam.com | Colombo, Sri Lanka — Insiden yang melibatkan kapal selam dan kapal perang terjadi di perairan samudera dekat Sri Lanka pada Rabu, 4 Maret 2026, bersamaan dengan operasi militer besar yang melibatkan berbagai negara di Timur Tengah dan laut strategis Selat Hormuz.
Otoritas di Sri Lanka, termasuk Angkatan Laut dan kementerian pertahanan negara tersebut, menyampaikan bahwa setidaknya 101 orang dilaporkan hilang dan 78 lainnya mengalami luka terkait serangan yang melibatkan kapal selam terhadap sebuah kapal angkatan laut Iran di perairan lepas pantai selatan Sri Lanka, sekitar 40 mil laut dari Galle.
Informasi tersebut berasal dari keterangannya kepada kantor berita internasional yang mewawancarai pejabat militer Sri Lanka pada pagi hari Rabu, 4 Maret 2026.
Sri Lanka telah mengerahkan unit laut dan udara untuk operasi pencarian dan pertolongan di lokasi kejadian, dengan sejumlah korban dievakuasi ke fasilitas medis setempat. Namun, pihak berwenang Sri Lanka belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penyebab serangan atau pihak yang bertanggung jawab.
Operasi Militer Besar di Timur Tengah
Di luar kawasan Asia Selatan, militer dari beberapa negara tengah terlibat dalam konflik berskala besar di wilayah Timur Tengah yang mempengaruhi strategi angkatan laut dan darat:
Komando Pusat Angkatan Darat Amerika Serikat (United States Central Command / CENTCOM) merilis pembaruan operasi militer yang disebut Operation Epic Fury, mengatakan bahwa hampir 2.000 target di wilayah Iran telah ditargetkan oleh serangan udara dan operasi militer gabungan dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan resmi dari militer AS menyebut bahwa sejumlah kapal perang Iran, termasuk sebuah kapal selam, menjadi bagian dari aset yang dihancurkan dalam operasi ini.
Tidak terdapat pernyataan independen dari otoritas internasional yang memverifikasi seluruh rincian jumlah aset yang dihancurkan atau pihak yang melakukan serangan terhadap kapal-kapal tersebut.
Kondisi Jalur Laut Global
Berbagai otoritas maritim dan analis global menyatakan bahwa situasi keamanan di Selat Hormuz dan perairan Teluk Oman tetap tegang. Beberapa laporan termasuk pernyataan kelompok militer menyatakan peluang terhadap risiko bagi kapal-kapal komersial yang melintasi wilayah laut strategis ini.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak independen seperti PBB, NATO, atau lembaga internasional serupa mengenai rincian pelaku serangan terhadap kapal Iran di perairan Sri Lanka.
Pernyataan pihak militer berbagai negara (AS, Sri Lanka, dan negara lainnya) masih menjadi sumber utama informasi operasional.
Informasi tentang lokasi, peristiwa, korban, serta tanggapan pemerintah masing-masing pihak terus berkembang.
Fakta Utama Hari Ini (4 Maret 2026)
101 orang hilang dan 78 luka-luka setelah sebuah kapal Iran terkena serangan yang dilaporkan melibatkan kapal selam di lepas pantai Sri Lanka.
Operasi militer besar yang ditandai dengan Operation Epic Fury sedang berlangsung di Timur Tengah.
Pernyataan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan di lepas pantai Sri Lanka belum diumumkan oleh otoritas internasional.
Situasi keamanan maritim di rute pelayaran penting seperti Selat Hormuz tetap berstatus siaga.
(Ls/*)







