Kabarindo24jam.com | Bogor kota Wali Kota Bogor Dedie A Rachim akhirnya membuka tabir terkait absennya Jenal Mutaqin yang sudah lebih dari satu minggu tidak masuk kerja atau tidak menjalankan tugasnya sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) Bogor sehingga menimbulkan isu adanya perpecahan kedua pemimpin daerah tersebut.
Diketahui, ketidakhadiran Jenal Mutaqin belakangan ini menjadi perhatian publik. Bahkan, tidak sedikit di kalangan birokrat, legislatif dan unsur masyarakat bertanya-tanya, sehingga memunculkan spekulasi liar yang menyebut absennya orang nomor dua di pemerintahan Kota Bogor itu diduga ada masalah dan tidak harmonis lagi dengan walikota.
Dedie Rachim menegaskan, ketidakhadiran Jenal murni karena alasan kesehatan. Wakilnya itu sedang menjalani proses pemulihan dari penyakit yang sedang dideritanya. ”Pak Wakil Walikota sedang dalam keadaan sakit. Insyaallah, per hari ini atau dalam waktu dekat sudah bisa masuk kembali,” ujar Dedie A. Rachim kepada awak media, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan informasi medis yang diterima olehnya, tambah Dedie, Jenal Mutaqin mengalami keluhan asam urat yang cukup serius. Kondisi tersebut juga disertai dengan adanya indikasi penurunan fungsi ginjal yang memerlukan penanganan intensif.
Meskipun secara etika medis informasi detail penyakit bersifat privat, Dedie merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat dan lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
”Dikonfirmasi bahwa beliau sakit asam urat dan ada potensi menurunnya fungsi ginjal. Seharusnya hal ini memang tidak boleh dipublikasikan secara mendalam, namun ini untuk menjawab pertanyaan rekan-rekan,” cetus Dedie.
Walau fisik sang Wakil Walikota absen di Balai Kota, Dedie memastikan bahwa roda pemerintahan dan koordinasi antar pimpinan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Ia menyebut, komunikasi terkait urusan strategis tetap dilakukan secara daring atau melalui kanal komunikasi internal. ”Terkait komunikasi tetap lancar, tidak ada kendala dalam koordinasi pekerjaan,” pungkas Dedie.
Diketahui, Dedie Abdu Rachim (lahir 6 April 1966) berpasangan dengan Jenal Mutaqin memenangkan Pilkada Kota Bogor pada 2024 lalu. Keduanya dilantik langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada tanggal 20 Februari 2025.
Dedie Rachim merupakan kader PAN sekaligus mantan Wakil Wali Kota Bogor 2019-2024, mendampingi Bima Arya. Sementara Jenal Mutaqien merupakan kader Gerindra, sekaligus mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor. Pasangan Dedie-Jenal diusung lima partai, yakni PAN, Gerindra, Demokrat, Perindo dan Gelora.
Selama satu tahun kepemimpinan duet Dedie – Jenal, Lembaga penelitian dan survey LS Vinus, menyampaikan hasil survei kinerja kepala daerah yang dilakukan pada 10–15 Februari 2026 terhadap 800 responden di Kota Bogor melalui wawancara langsung. Hasilnya menunjukkan adanya selisih tingkat kepuasan publik yang cukup mencolok.
Adapun tingkat kepuasan terhadap Dedie A. Rachim: 46,75 persen, sementara tingkat kepuasan terhadap Jenal Mutaqin lebih tinggi, yakni 51,75 persen. Perbedaan inilah yang dinilai menjadi salah satu indikator munculnya persepsi publik terkait disharmoni di pucuk kepemimpinan.
Founder LS Vinus, Yusfitriadi menilai isu Pecah Kongsi Dedie Rachim-Jenal Mutaqin bisa berdampak jangka panjang apabila tidak segera dikelola secara komunikasi politik yang baik. Dalam dinamika pemerintahan daerah, perbedaan peran antara wali kota dan wakil wali kota kerap menjadi sumber friksi apabila tidak dibangun dengan pembagian kewenangan yang jelas.
Selain itu, konteks politik partai turut mempengaruhi persepsi publik terhadap isu Pecah Kongsi Dedie Rachim Jenal Mutaqin. Perbedaan latar belakang partai antara PAN dan Gerindra berpotensi menciptakan dinamika tersendiri, terutama menjelang kontestasi politik berikutnya.
Jika isu Pecah Kongsi Dedie Rachim Jenal Mutaqin terus bergulir tanpa klarifikasi resmi dari kedua belah pihak, maka persepsi publik bisa semakin menguat dan memengaruhi stabilitas politik Kota Bogor. (Man)







