
Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedie A Rachim terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan. Upaya itu dilakukan lewat pembangunan sekolah baru, revitalisasi dan rehabilitasi sekolah dan bahkan penambahan ruang kelas baru.
Diketahui pada 2025, Pemkot Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) telah melakukan revitalisasi, rehabilitasi, penambahan fasilitas, perawatan, dan perbaikan pada SDN dan SMPN sebanyak 92 sekolah, serta 15 sekolah yang bersumber dari APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sehingga total terdapat 107 sekolah.
Selanjutnya pada tahun 2026, Pemkot Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah merencanakan membangun satu SMAN baru, yakni SMAN 11, yang berlokasi di Kayu Manis. Pembangunan sekolah baru tersebut merupakan komitmen untuk melakukan pemerataan sebaran sekolah di Kota Bogor.
“Pembangunannya akan segera dilaksanakan dan ini merupakan salah satu upaya bagaimana kita meningkatkan kualitas sebaran jumlah serta rasio sekolah,” ungkap Wali Kota Dedie Rachim dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa (16/12/2025).
Sebelumnya, empat sekolah terpadu baru, juga sudah diresmikan oleh Wali Kota Dedie Rachim bersama Wakil Wali Kota, Jenal Mutaqin, yaitu SMPN 22 yang terpadu dengan SDN Duta Pakuan serta SMPN 23 yang terpadu dengan SDN Cimahpar 3.
“Catatan saya, ke depan jumlah sebaran dan rasio sekolah juga harus menjadi komitmen kita melalui program strategis untuk terus menambah jumlah sekolah baru,” ujar Dedie yang terpilih menjadi Wali Kota bersama wakilnya Jenal Mutaqin di Pilkada 2024 lalu dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Khusus penambahan kelas baru, Wali Kota Dedie telah meresmikan ruang belajar baru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cimanggu dan SDN Kencana 1 di Tanah Sareal, Senin (15/12/2025). Dedie sangat gembira bahwa misinya untuk meningkatkan mutu pendidikan terealisasi meskipun harus dilakukan secara bertahap lantaran keterbatasan anggaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menyebut bahwa kegiatan peningkatan mutu pendidikan ini dilakukan melalui rehabilitasi SDN Cimanggu dan Kencana. “Ada penambahan empat ruang kelas baru pada bangunan dua lantai. Setiap lantai terdapat dua ruang kelas, sehingga dari semula sembilan kelas kini menjadi 12 kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Tri Riyanto Andhika Putra, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bogor. “Harus ada komitmen dari Pemkot karena kami menginginkan mutu pendidikan yang naik kelas dengan pendidikan yang merata, aman dan nyaman bagi seluruh anak,” kata Riyan.
Berdasarkan hasil rapat kerja dan pengawasan yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Kota Bogor, Riyan megungkapkan, terdapat dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemkot Bogor ke depan. Pertama, peningkatan mutu tenaga pendidik. Riyan menilai untuk menciptakan generasi emas, perlu tenaga pendidik yang mumpuni.
Ia mengungkapkan dengan adanya penambahan ruang kelas ataupun sekolah baru, maka akan menghadirkan tantangan baru, yakni kurangnya tenaga didik yang harus diselesaikan. Berdasarkan data yang ia pegang, di 2025 ini belum ada tenaga didik baru untuk mengajar di sekolah, sedangkan data menyebut 20 guru pensiun setiap bulannya.
“Nah di sini tugas Dinas Pendidikan untuk memastikan, setiap guru yang mengajar di Kota Bogor memiliki kapabilitas, maka harus diberikan pelatihan yang baik pula, serta perencanaan perekrutan yang jelas,” ujarnya.
Selanjutnya, Riyan menyinggung soal pemerataan dan akses fasilitas pendidikan. Menurutnya, pemerataan akses pendidikan masih jauh dari kata cukup. Sebab, beberapa kelurahan yang berada di wilayah pinggiran kota masih belum memiliki sekolah negeri. Ia pun berharap dengan adanya program Bogor Cerdas yang dicanangkan oleh Wali Kota Dedie Rachim dan Wakilnya, Jenal Mutaqin, pemerataan sekolah bisa tercapai. (Man/*)


