TNI Kini Mengacu pada Kemampuan dan Kinerja dalam Pembinaan Personil

0
8
Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI Purn Sjafrie Sjamsoeddin saat mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha, Muara Tae, Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Kabarindo24jam.com | Kutai Barat – Pola pembinaan prajurit dan perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini semakin jauh dari cara yang lama, karena kini sudah menerapkan sistem meritokrasi. Karena itulah, penugasan tidak lagi didasarkan pada senioritas, melainkan pada kemampuan dan kinerja prajurit atau personel TNI.

“Ini sudah dalam proses bahwa kita sekarang mengembangkan kepemimpinan personel itu menganut filosofi merit system,” kata Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI Purn Sjafrie Sjamsoeddin saat mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 827/Mahakam Cakti Yudha, Muara Tae, Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (13/1/2026).

“Dalam merit system itu, pimpinan TNI tidak melihat senior dan junior. Tapi hanya melihat prestasi,” lanjut dia seraya menjelaskan bahwa setiap komandan memiliki tanggung jawab menyiapkan prajuritnya untuk berbagai penugasan, baik operasi maupun latihan, di dalam maupun luar negeri.

Mantan Panglima Kodam Jaya ini menegaskan, setiap prajurit yang dinilai memiliki kelayakan dan prestasi akan diberi kesempatan menjalankan tugas operasi maupun tugas pembinaan satuan, seperti latihan dan pendidikan. “Semuanya berdasarkan siapa cepat, siapa merit. Ini meritokrasi, berdasarkan prestasi,” ujar Sjafrie.

Sjafrie pun menekankan, seyogyanya usia tidak boleh menjadi hambatan dalam pengembangan karier prajurit. Oleh karena itu, batalion diminta membina satuan di bawahnya secara berjenjang, dengan komandan batalion dibina oleh komandan brigade, dan komandan brigade dibina oleh Kodam.

“Kedepan pola dan caranya tidak lagi secara konvensional, pakai normatif, tapi berdasarkan siapa punya peluang untuk bisa tampil berdasarkan kapabilitas dan juga berdasarkan kapasitasnya dia, maka dia akan didorong,” kata rekan satu angkatan Presiden Prabowo Subianto saat digembleng di Akabri tahun 1973 lalu. (Cok/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini