UMP 2026 Ditetapkan, Upah Pekerja di Jakarta Masih Tertinggi

0
20

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Pemerintah daerah di sebagian besar wilayah Indonesia telah merampungkan penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2026. Hingga batas akhir pengumuman pada Rabu (24/12/2025), tercatat 36 provinsi sudah menyampaikan besaran UMP masing-masing, sementara dua provinsi lainnya masih belum mengumumkan keputusan resmi.

Berdasarkan penelusuran hingga Kamis (25/12/2025), dua daerah yang belum menetapkan UMP 2026 adalah Aceh dan Papua Pegunungan. Keterlambatan ini membuat kedua provinsi tersebut menjadi pengecualian di tengah mayoritas daerah yang telah menyelesaikan proses penetapan upah minimum tahun depan.

Di antara provinsi yang sudah mengumumkan UMP, DKI Jakarta kembali menempati posisi tertinggi. UMP Jakarta 2026 ditetapkan sebesar Rp 5.729.876, naik Rp 333.116 atau sekitar 6,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini mempertahankan Jakarta sebagai provinsi dengan standar upah minimum paling tinggi di Indonesia.

Di bawah Jakarta, sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia juga mencatatkan UMP relatif besar. Papua Selatan menetapkan UMP 2026 sebesar Rp 4.508.850, disusul Papua sebesar Rp 4.436.283 dan Papua Tengah Rp 4.295.848. Sementara itu, provinsi lain seperti Bangka Belitung, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan juga mencatatkan UMP di atas Rp 3,9 juta.

Berikut Daftar UMP 2026 di 36 Provinsi:

1. DKI Jakarta
UMP 2026: Rp 5.729.876
Sebelumnya: Rp 5.396.760

2. Papua Selatan
UMP 2026: Rp 4.508.850
Sebelumnya: Rp 4.285.850

3. Papua
UMP 2026: Rp 4.436.283
Sebelumnya: Rp 4.285.850

4. Papua Tengah
UMP 2026: Rp 4.295.848
Sebelumnya: Rp 4.285.848

5. Bangka Belitung
UMP 2026: Rp 4.035.000
Sebelumnya: Rp 3.876.600

6. Sulawesi Utara
UMP 2026: Rp 4.002.630
Sebelumnya: Rp 3.775.425

7. Sumatera Selatan
UMP 2026: Rp 3.942.963
Sebelumnya: Rp 3.681.571

8. Sulawesi Selatan
UMP 2026: Rp 3.921.088
Sebelumnya: Rp 3.657.527

9. Kepulauan Riau
UMP 2026: Rp 3.879.520
Sebelumnya: Rp 3.623.653

10. Papua Barat
UMP 2026: Rp 3.840.947
Sebelumnya: Rp 3.615.000

11. Kalimantan Utara
UMP 2026: Rp 3.770.000
Sebelumnya: Rp 3.580.160

12. Papua Barat Daya
UMP 2026: Rp 3.766.000
Sebelumnya: Rp 3.614.000

13. Kalimantan Timur
UMP 2026: Rp 3.759.313
Sebelumnya: Rp 3.579.313

14. Riau
UMP 2026: Rp 3.780.495
Sebelumnya: Rp 3.508.775

15. Kalimantan Selatan
UMP 2026: Rp 3.686.138
Sebelumnya: Rp 3.282.812

16. Kalimantan Tengah
UMP 2026: Rp 3.686.138
Sebelumnya: Rp 3.473.621

17. Maluku Utara
UMP 2026: Rp 3.552.840
Sebelumnya: Rp 3.408.000

18. Jambi
UMP 2026: Rp 3.471.497
Sebelumnya: Rp 3.234.533

19. Gorontalo
UMP 2026: Rp 3.405.144
Sebelumnya: Rp 3.221.731

20. Maluku
UMP 2026: Rp 3.334.499
Sebelumnya: Rp 3.141.699

21. Sulawesi Barat
UMP 2026: Rp 3.315.935
Sebelumnya: Rp 3.104.430

22. Sulawesi Tenggara
UMP 2026: Rp 3.306.496
Sebelumnya: Rp 3.073.551

23. Sumatera Utara
UMP 2026: Rp 3.228.701
Sebelumnya: Rp 2.992.599

24. Sumatera Barat
UMP 2026: Rp 3.214.846
Sebelumnya: Rp 2.994.193
25. Bali
UMP 2026: Rp 3.207.459
Sebelumnya: Rp 2.996.560

26. Sulawesi Tengah
UMP 2026: Rp 3.179.565
Sebelumnya: Rp 2.914.583

27. Banten
UMP 2026: Rp 3.100.881
Sebelumnya: Rp 2.905.119

28. Kalimantan Barat
UMP 2026: Rp 3.054.552
Sebelumnya: Rp 2.878.286

29. Lampung
UMP 2026: Rp 3.047.734
Sebelumnya: Rp 2.893.069

30. Bengkulu
UMP 2026: Rp 2.827.250
Sebelumnya: Rp 2.670.039

31. Nusa Tenggara Barat (NTB)
UMP 2026: Rp 2.673.861
Sebelumnya: Rp 2.602.931

32. Nusa Tenggara Timur (NTT)
UMP 2026: Rp 2.455.898
Sebelumnya: Rp 2.328.969

33. Jawa Timur
UMP 2026: Rp 2.446.880
Sebelumnya: Rp 2.305.984

34. DI Yogyakarta
UMP 2026: Rp 2.417.495
Sebelumnya: Rp 2.264.080

35. Jawa Barat
UMP 2026: Rp 2.317.601
Sebelumnya: Rp 2.191.232

36. Jawa Tengah
UMP 2026: Rp 2.317.386
Sebelumnya: Rp 2.169.348

Penetapan UMP 2026 mengacu pada formula pengupahan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan. Aturan ini menjadi dasar perhitungan kenaikan upah di seluruh daerah, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Pemerintah daerah diharapkan memastikan kebijakan UMP tersebut dapat menjaga daya beli pekerja sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan dunia usaha. (Man*/)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini