Wakil Rakyat Kota Bogor Apresiasi Pelibatan Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan

0
33
Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Bogor kota -Sejumlah anggota DPRD Kota Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bogor Timur–Bogor Tengah mengikuti kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Timur yang digelar di Pasar Gembrong Sukasari, Rabu (21/1/2026). Mereka antara lain Sugeng Teguh Santoso (STS), H. Subhan, Anna Mariam Fadhilah, dan Karina Soebakti.

STS mengatakan bahwa kehadiran para mereka menjadi bentuk dukungan terhadap proses perencanaan pembangunan yang melibatkan aspirasi masyarakat di tingkat kecamatan. Khususnya program pembangunan yang direncanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang menyasar wilayah Kecamatan Bogor Timur.

“Kami dari DPRD Kota Bogor mendukung pemerintah kota. Anggaran yang berasal dari bantuan pusat, sementara pemerintah kota menyiapkan lahannya. Dengan begitu, pembangunan bisa terpusat dan tidak terpencar, serta kantor-kantor lama bisa dimanfaatkan kembali, termasuk kantor kelurahan,” ujar STS atau Sugeng Teguh Santoso.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor Dapil Bogor Timur–Bogor Tengah, H. Subhan, menegaskan dukungannya terhadap kelanjutan proyek pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) yang menjadi salah satu prioritas untuk mengurai kemacetan, khususnya di kawasan Tajur.

“Musrenbang Bogor Timur ini sudah jelas disampaikan oleh Pak Wali Kota Dedie Rachim, akan ada pembangunan jalan untuk mengurai kemacetan Tajur. Prioritasnya adalah pembangunan Jalan R3 dari Kuntum hingga tembus ke wilayah Sindangrasa,” ungkap Subhan.

Subhan menambahkan, pada tahun 2027 mendatang diharapkan proses pembebasan lahan untuk proyek Jalan R3 dapat selesai hingga wilayah Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur. Setelah segmen tersebut rampung, pembangunan akan dilanjutkan menuju wilayah Katulampa.

“Setelah itu nanti masuk ke wilayah Katulampa lagi. Jalan R3 ini yang diprioritaskan, dan mudah-mudahan bisa selesai tuntas pada tahun 2028, sesuai harapan Pak Wali Kota Bogor,” imbuh Subhan yang diamini oleh koleganya di DPRD.

Sementara terkait Musrenbang Kecamatan Bogor Tengah yang telah digelar pada Kamis (15/1/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan penataan ulang kawasan Kecamatan Bogor Tengah yang dianggap sebagai etalase kota hujan.

“Di Bogor Tengah ini ada alun-alun, pusat kuliner, serta tempat-tempat strategis lainnya. Namun kondisinya masih banyak yang perlu diberikan sentuhan, sehingga ke depan Bogor Tengah dapat menjadi representasi Kota Bogor secara keseluruhan,” ujar Wali Kota Dedie Rachim.

Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor juga akan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL), di antaranya di Jalan Dewi Sartika, MA Salmun, Sawo Jajar, Nyi Raja Permas, dan Jalan Merdeka. Selanjutnya, kawasan Jalan Lawang Saketeng, Jalan Pedati, Jalan Roda, Jalan Bata, dan Jalan Surya Kencana harus steril dari PKL.

Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, menambahkan bahwa Musrenbang pada RKPD 2027 di wilayahnya tidak lagi didominasi usulan pembangunan infrastruktur. Tahun ini, usulan pembangunan mencakup empat bidang. “Sekarang usulannya tidak melulu pembangunan fisik. Ada empat bidang yang diusulkan oleh kelurahan, yaitu fisik, sosial, ekonomi, dan pemerintahan,” kata Dheri.

Menurut Dheri, keragaman usulan tersebut menunjukkan kebutuhan pembangunan masyarakat yang semakin luas dan tidak hanya fokus pada infrastruktur. Tercatat ada 331 usulan kegiatan yang dihimpun dari tingkat RW dan kelurahan di Kecamatan Bogor Tengah. “Karena ada empat bidang, jadi usulannya memang banyak. Total ada 331 usulan,” ujarnya.

Dheri menjelaskan bahwa pihak kecamatan juga melakukan kompilasi dan perbandingan antara usulan Musrenbang sebelumnya dengan realisasi program pemerintah kota. Hasilnya, hampir setengah dari usulan yang diajukan telah terealisasi. (Man/Dul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini