Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Dedie A Rachim mengungkapkan bahwa Kota Bogor tumbuh berkembang dalam keberagaman agama, suku, ras, dan budaya. Keberagaman tersebut, tentunya menjadi kekuatan sosial yang terus dijaga dan dirawat bersama oleh seluruh elemen masyarakat tanpa memandang suku maupun agama.
“Nilai saling menghargai dan hidup berdampingan secara harmonis menjadi fondasi utama terciptanya kerukunan umat beragama di Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (28/12/2025). Ia menanggapi hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan
Dedie menegaskan bahwa keberagaman yang terjaga dengan baik merupakan modal utama pembangunan dan menjadi landasan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kota Bogor dengan latar belakang agama, suku, ras, dan keturunan yang beragam saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi. Ini adalah kekuatan bersama untuk membangun Kota Bogor yang maju dan harmonis,” tegasnya.
Wali Kota Dedie juga menyampaikan apresiasi atas hasil survey FISIB Universitas Pakuan tersebut. Ia menegaskan bahwa tingginya nilai IKUB mencerminkan keberhasilan masyarakat Kota Bogor dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman. “Alhamdulillah, dari hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025, Kota Bogor menduduki peringkat sangat tinggi sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi,” ujarnya.
Menurut Dedie, kondisi kerukunan tersebut menciptakan suasana kota yang aman dan kondusif, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. “Anak-anak bisa bersekolah, masyarakat bisa berkarya dan berkarier, ibu-ibu bisa berbelanja, serta keluarga dapat mencari nafkah dengan tenang. Inilah situasi yang diimpikan setiap daerah,” imbuh Dedie.
Sebagai informasi, FISIB Universitas Pakuan baru-baru ini merilis hasil survei IKUB Tahun 2025 yang hasilnya menunjukan tingkat toleransi antarumat beragama di Kota Bogor berada pada kategori sangat tinggi.
Peneliti FISIB Universitas Pakuan, Toto Sugiarto, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kerukunan umat beragama di Kota Bogor secara komprehensif melalui tiga dimensi utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama.
“Basis penelitian ini mencakup toleransi antarumat beragama, kesetaraan, dan kerja sama. Hasilnya, dimensi toleransi memperoleh nilai 84,4 dengan kategori sangat tinggi, kesetaraan 81,4 juga sangat tinggi, sementara kerja sama berada pada angka 77,4 dengan kategori tinggi,” jelas Toto saat pemaparan hasil survei di Balai Kota Bogor.
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023. Meski demikian, tantangan yang masih perlu diperkuat ke depan adalah dimensi kerja sama antarumat beragama. “Ini perlu diapresiasi. Toleransi di Kota Bogor sangat tinggi, namun kerja sama lintas umat beragama masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan,” ujarnya. (Zie/*)





