Wali Kota Dedie Rachim Yakin Anak Buahnya Tak Akan Minta-Minta THR

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Dedie A Rachim keras dan tegas terkait dengan perilaku anak buahnya di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dia menginstruksikan kepada aparatur sipil negara (ASN) Kota Bogor agar tak meminta tunjangan hari raya (THR) ke siapa pun.

Atas hal tersebut, Wali Kota juga mengimbau warga yang melihat atau mengetahui ASN yang meminta THR melapor ke instansi terkait. “Itu mah udah bukan gratifikasi lagi. Sudah, enggak usahlah, sudah pada ngerti. Tinggal kalau ada yang lihat, laporkan saja,” kata Dedie dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (10/3/2026).

Bacaan Lainnya

Dedie pun memastikan ASN yang kedapatan meminta THR akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. “Sanksi kalau THR pelanggaran ya ada aturannya. Mulai dari peringatan satu, peringatan dua, peringatan tiga, dan seterusnyalah ada pasti,” katanya.

Dedie pun berharap tak ada ASN Kota Bogor yang meminta-minta THR. Karena ia yakin semua ASN di wilayah yang dia pimpin memahami larangan tersebut. “Tidak patut, tidak layak, dan tidak boleh. Jadi saya pikir semua ASN sudah paham, sudah tahu mana batasan-batasannya, dan kalau sampai minta THR, saya pikir enggaklah ya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Dedie Rachim dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor bersama berbagai organisasi menggelar kegiatan silaturahmi di Balai Kota Bogor, Minggu (8/3/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi bersama terkait kondisi geopolitik dunia sekaligus mempererat koordinasi antar unsur pimpinan daerah.

Kegiatan ini juga diisi dengan tausiah serta pemaparan pandangan mengenai situasi global oleh Rektor Universitas Tazkia, Muhammad Syafi’i Antonio yang menjelaskan bahwa ketidakpastian geopolitik dunia saat ini berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk ekonomi dan energi.

Menurutnya, apabila konflik global berlangsung berkepanjangan, Indonesia masih memiliki peluang untuk tetap bertahan dari sisi sosial ekonomi. Hal itu dapat dilakukan dengan memperkuat solidaritas masyarakat serta mendorong ekonomi kerakyatan, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa situasi geopolitik dunia saat ini penuh ketidakpastian dan banyak negara belum dapat memprediksi arah serta akhir dari berbagai konflik yang terjadi.

Ia menilai pandangan yang disampaikan oleh Prof. Syafi’i Antonio, yang juga dikenal sebagai pakar ekonomi Islam dan memiliki pengalaman aktivitas di kawasan Timur Tengah, dapat memberikan gambaran bagi pemerintah daerah dalam menyikapi situasi global secara lebih bijak.

“Situasi dunia saat ini memang tidak baik-baik saja. Pertemuan Forkopimwil ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memastikan bahwa setiap perkembangan global harus disikapi dengan bijak, terutama dalam memperkuat solidaritas dan fondasi masyarakat,” ujar Dedie.

Dedie juga menekankan pentingnya membangun kemandirian daerah sebagai langkah strategis menghadapi dampak konflik global. Menurutnya, meskipun saat ini dampaknya belum terasa langsung di tingkat daerah, kondisi tersebut harus tetap diantisipasi sejak dini.

“Masyarakat dan berbagai organisasi memiliki peran penting dalam memperkuat kemandirian daerah, salah satunya melalui penyiapan generasi muda yang berkualitas sebagai bagian dari upaya menuju generasi emas Indonesia,” imbuhnya. (Man)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *