Kabarindo24jam.com | Bengkulu — Dewan Pimpinan Wilayah Artis Kerja Optimis (DPW ART-JO) Bengkulu bersama Yayasan Kabarindo Bengkulu menyatakan dukungan moral dan kebudayaan terhadap upaya mewujudkan film sejarah Ibu Fatmawati Soekarno, sosok Indonesia’s First Lady yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Film ini dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap Ibu Bangsa yang menjahit langsung Sang Saka Merah Putih, simbol persatuan dan kemerdekaan Indonesia.
Produser sekaligus sutradara film tersebut, Evry Joe, mengungkapkan keprihatinannya karena hingga kini kisah Ibu Fatmawati belum benar-benar hadir dalam bentuk film nasional, sementara banyak tokoh lain telah diangkat ke layar lebar.
“Kita sudah memiliki film tentang Presiden Jokowi, Ahok, Jusuf Kalla, Kartini, hingga Habibie dan Ainun. Namun sangat disayangkan, film tentang Ibu Fatmawati Soekarno—Indonesia’s First Lady, Ibu Bangsa penjahit Sang Saka Merah Putih—belum benar-benar terwujud,” ujar Evry Joe.
Menurut Evry, jasa Ibu Fatmawati bukan sekadar simbolik, melainkan nyata dan historis. Menjahit bendera pusaka Merah Putih adalah bagian penting dari lahirnya Republik Indonesia yang patut dikenalkan secara utuh kepada generasi penerus.
“Setiap hari kita menghormati Merah Putih, tetapi kisah tangan yang menjahitnya belum banyak dihadirkan dalam film. Ini adalah bagian dari ingatan kolektif bangsa yang perlu dijaga,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan DPW ART-JO Bengkulu Raden Paku Setiawan menyampaikan bahwa ART-JO melihat produksi film Ibu Fatmawati sebagai tanggung jawab moral insan seni terhadap sejarah nasional.
Di sisi lain, Wendi Hendra, mantan Ketua DPW Sahabat Ganjar Bengkulu yang kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Kabarindo Bengkulu, menyatakan kesiapannya untuk ikut menyampaikan aspirasi ini ke tingkat nasional.
“Saya akan mencoba menyampaikan harapan ini kepada Mas Ganjar Pranowo. Mudah-mudahan aspirasi ini bisa diteruskan hingga ke Ibu Megawati Soekarnoputri, mengingat film ini memiliki nilai historis yang sangat kuat,” ujar Wendi.
Ia juga menambahkan bahwa proyek film Ibu Fatmawati telah dirintis sejak Rohidin Mersyah masih menjabat sebagai Gubernur Bengkulu, sehingga sudah sepantasnya perjalanan panjang ini dituntaskan bersama.
ART-JO dan Yayasan Kabarindo Bengkulu berharap produksi film Ibu Fatmawati dapat berjalan dengan dukungan berbagai pihak, sehingga nilai perjuangan dan pengorbanan Ibu Fatmawati dapat terdokumentasi dengan baik sebagai warisan sejarah visual bangsa. (Wen/*)





