Bupati Bogor Gercep Sikapi Hoax Terkait Korban Insiden Asap Beracun di Pongkor

0
9
Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Cibinong – Bupati Bogor Rudy Susmanto gerak cepat (gercep) begitu mendengar informasi tentang adanya ratusan orang penambang yang menjadi korban dalam insiden asap beracun di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (14/1/2026). Bupati Rudy bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memastikan kebenarannya.

Bupati Rudy mengatakan dirinya Camat Nanggung, aparat keamanan dan manajemen Antam langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat itu.

“Kami langsung ke Kecamatan Nanggung menggelar rapat bersama pimpinan Antam, Kapolres dan Dandim untuk mendapatkan informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Informasi soal ratusan korban itu tidak benar,” ujar Rudy di markas Koramil Nanggung.

Ia menjelaskan angka 700 yang beredar di masyarakat bukan merujuk pada jumlah korban, melainkan merupakan istilah level atau portal kerja di dalam tambang. “Yang dimaksud itu adalah level 700 kedalaman tambang, bukan ada 700 orang terjebak. Ini yang perlu kami luruskan supaya masyarakat tidak panik,” katanya.

Meski demikian, Rudy menegaskan pemerintah daerah tetap akan menelusuri kebenaran apabila terdapat informasi lain di luar aktivitas resmi PT Antam. “Kalau ada beberapa informasi lain yang beredar, izinkan kami beberapa saat untuk memastikan kebenarannya. Kami akan menyampaikan berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan,” ujarnya.

Rudy menambahkan peristiwa yang terjadi adalah kemunculan asap di salah satu level tambang sekitar pukul 00.30 WIB, saat tidak ada aktivitas penambangan resmi yang sedang berlangsung. Pemkab Bogor, lanjut Rudy, langsung menyiapkan langkah antisipasi dengan mengerahkan mobil pemadam kebakaran, BPBD, ambulans, serta personel terkait begitu menerima informasi awal.

“Semua kami siapkan karena awalnya kami juga menerima informasi ada korban. Tapi, setelah diverifikasi bersama Antam dan aparat, dipastikan tidak ada satu pun karyawan Antam yang menjadi korban,” katanya.

Sementara itu, General Manajer PT Antam UBPE Pongkor Nilus Rahmat menegaskan seluruh pekerja perusahaan berada dalam kondisi aman setelah dilakukan evakuasi dari area terdampak asap. “Tidak ada karyawan Antam yang terjebak ataupun menjadi korban. Aktivitas di area yang terdampak kami hentikan sementara sesuai prosedur keselamatan,” ujar Nilus.

Senada dengan itu, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto memastikan tidak ada ledakan di area pertambangan emas Pongkor sebagaimana kabar yang beredar. “Yang terjadi adalah munculnya asap di salah satu level tambang dan sudah ditangani oleh pihak Antam. Tidak ada ledakan dan tidak ada pekerja Antam yang menjadi korban,” katanya. (Man/*)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini