Hampir Dua Bulan Disandera Perompak Somalia, Kondisi Awak MT Honour 25 Dikabarkan Memburuk

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Nasib 17 awak kapal tanker MT Honour 25 yang disandera perompak Somalia sejak April 2026 masih belum menemui titik terang.

Memasuki hampir dua bulan masa penyanderaan, muncul video terbaru yang memperlihatkan para awak kapal meminta bantuan segera kepada pemerintah negara masing-masing di tengah kondisi yang dikabarkan semakin memprihatinkan.

Bacaan Lainnya

Dalam video yang beredar luas di media sosial, para awak kapal terlihat berada di bawah pengawasan kelompok bersenjata. Mereka menyampaikan bahwa masa penyanderaan telah berlangsung selama berminggu-minggu dan kondisi kehidupan di atas kapal terus memburuk.

Beberapa laporan menyebutkan persediaan makanan semakin terbatas, sementara akses terhadap air bersih dan layanan kesehatan juga menjadi persoalan utama.

MT Honour 25 merupakan kapal tanker berbendera Palau yang dibajak perompak Somalia pada 21 April 2026 di perairan dekat Puntland, Somalia.

Kapal tersebut membawa 17 awak kapal dari berbagai negara, termasuk empat warga negara Indonesia. Salah satu WNI yang berada di atas kapal adalah Kapten Ashari Samadikun.
Kekhawatiran terhadap kondisi para sandera sebelumnya juga disampaikan keluarga awak kapal.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun sejumlah media internasional, para awak disebut mengalami keterbatasan makanan dan bahkan terpaksa menggunakan air yang tidak layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga juga melaporkan tekanan psikologis yang semakin berat akibat lamanya masa penyanderaan.

Sementara itu, proses negosiasi untuk pembebasan awak kapal masih berlangsung. Pemerintah Indonesia bersama pihak-pihak terkait terus melakukan komunikasi dengan otoritas Somalia, pemilik kapal, dan berbagai jalur diplomatik lainnya guna mencari penyelesaian yang aman bagi seluruh awak kapal.

Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai kesepakatan pembebasan maupun jadwal pasti berakhirnya penyanderaan tersebut.

Pemerintah Pakistan yang juga memiliki awak kapal di dalam MT Honour 25 mengungkapkan bahwa upaya penyelamatan menghadapi tantangan besar. Salah satunya karena kapal tanker tersebut membawa muatan yang mudah terbakar sehingga tindakan operasi keamanan secara langsung dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan para sandera.

Pihak Berwenang Pakistan menyebut kasus penyanderaan kapal oleh perompak Somalia dalam banyak kasus dapat berlangsung selama berbulan-bulan sebelum tercapai penyelesaian melalui negosiasi.
Di sisi lain, berbagai laporan maritim internasional menyebut para perompak masih menahan kapal beserta seluruh awaknya sambil menunggu hasil perundingan yang sedang berjalan.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *