Wali Kota Bogor Jadikan Peringatan Tahun Baru Islam Sebagai Momentum Perkuat Toleransi dan Kerukunan

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah merupakan momentum yang sangat pas dan baik untuk memperkuat toleransi lintas agama sekaligus juga mempererat kebersamaan di tengah masyarakat di wilayah yang berjuluk ‘Kota Hujan’ ini.

Hal itu dikemukakan oleh Wali Kota Dedie saat bersilaturahmi bersama Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) dan Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu‘tabarah Ahlussunnah wal Jama‘ah (Jatma Aswaja) Kota Bogor ke kediaman pimpinan Majelis Taklim As-Sofyan, Ustaz Hilman, di Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Selasa (16/6/2026).

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini tentunya menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat, sehingga kedepan dapat terus kita adakan untuk semakin menguatkan toleransi lintas agama di wilayah kita,” kata Wali Kota Dedie dalam keterangannya yang dikutip dari siaran pers Diskominfo Kota Bogor, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan kerukunan antarumat beragama.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Dedie juga menyoroti proses perbaikan bangunan Majelis Taklim As-Sofyan yang saat ini masih berlangsung. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus berikhtiar bersama agar keberadaan majelis taklim tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. “Keberadaannya diharapkan terus memberikan kontribusi terbaik bagi warga,” ujarnya.

Sementara itu kehadiran Basolia dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas agama yang selama ini dibangun di Kota Bogor. Organisasi tersebut secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial sebagai upaya memperkuat toleransi dan kerukunan masyarakat.

Wali Kota Dedie yang saat ini juga menjabat Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor ini, menilai penguatan nilai toleransi perlu terus dilakukan, terutama kepada generasi muda, agar memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Terutama bagi generasi muda yang terus diperkuat pemahamannya mengenai keberagaman serta bagaimana toleransi beragama dari sudut pandang ajaran Islam,” kata sosok berambut putih yang sebelum menjadi pemimpin Kota Bogor sempat menjadi pegawai di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Pada kegiatan itu Jatma Aswaja bersama Basolia juga menyalurkan bantuan untuk Majelis Taklim As-Sofyan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pengembangan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. (Man/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *