Pelaksanaan Ujicoba Digitalisasi Bansos Kabupaten Bogor Dipuji Kementerian Sosial

Kabarindo24jam.com | Cibinong – Di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade Ruhandi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) atas keberhasilan pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Selasa (23/6/2026).

Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem penyaluran bantuan sosial yang lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

Direktur Jaminan Sosial Direktorat Jaminan Sosial Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, Faisal, mengatakan pelaksanaan uji coba terbatas perluasan digitalisasi bansos di Kabupaten Bogor berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, hari ini di Kabupaten Bogor kita bersama-sama menyaksikan pelaksanaan uji coba terbatas perluasan digitalisasi bantuan sosial. Di bawah koordinasi Korwil 2, Kabupaten Bogor telah berhasil menjalankan tahapan uji coba ini dengan baik,” ujar Faisal dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti proses registrasi menjadi salah satu indikator keberhasilan program tersebut. Selain itu, peran aktif para agen di lapangan turut membantu masyarakat dalam proses pendaftaran dan registrasi sehingga pelaksanaannya berjalan lebih efektif.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Para agen juga berperan aktif membantu masyarakat dalam proses pendaftaran dan registrasi sehingga pelaksanaan program berjalan lebih lancar,” katanya.

Faisal turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), yang membantu masyarakat dalam proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Ia menegaskan, keberhasilan digitalisasi bansos tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga para pendamping dan agen di lapangan.

“Kami berharap melalui sistem yang lebih terbuka, transparan, dan berbasis digital ini, akses masyarakat terhadap bantuan sosial semakin mudah, tepat sasaran, dan akuntabel,” ungkap Faisal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bapperida Kabupaten Bogor, Tika Mustika, menjelaskan bahwa keberhasilan uji coba digitalisasi bansos merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta para agen yang mendampingi masyarakat di lapangan.

Menurut Tika, Pemkab Bogor terus memperkuat kesiapan implementasi program dengan memperluas jaringan agen yang bertugas membantu proses registrasi dan penginputan data ke dalam Portal Perlindungan Sosial (PerlinSos).

“Untuk tahap awal, para pendamping PKH menjadi agen pertama yang membantu pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial di Kabupaten Bogor. Ke depan, kami akan mengusulkan penambahan agen dari unsur Kasi Kesra desa dan kelurahan, operator desa, hingga para ketua kelompok masyarakat yang selama ini telah bekerja sama dengan para pendamping PKH,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pendataan sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat sehingga proses registrasi dan penginputan data dapat berjalan lebih efektif.

Di tingkat wilayah, Lurah Tengah, Kecamatan Cibinong, Awan Sundapa, menyambut baik pelaksanaan uji coba digitalisasi bansos di wilayahnya. Menurutnya, sistem digital menjadi solusi untuk menciptakan penyaluran bantuan yang lebih objektif dan transparan.

“Selama ini kami sering menerima keluhan masyarakat terkait bantuan sosial yang dianggap belum tepat sasaran. Dengan sistem digitalisasi ini, proses pendataan dan verifikasi menjadi lebih transparan sehingga masyarakat yang benar-benar berhak dapat menerima bantuan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Awan juga mengaku bangga Kelurahan Tengah dipercaya menjadi salah satu lokasi uji coba digitalisasi bansos oleh Kemensos RI. “Kami bangga Kelurahan Tengah dipercaya menjadi lokasi uji coba. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sistem baru yang lebih terbuka, adil, dan akuntabel dalam penyaluran bantuan sosial,” katanya.

Melalui uji coba ini, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Kementerian Sosial RI terus mendorong transformasi layanan sosial berbasis digital guna memastikan bantuan sosial tersalurkan secara cepat, tepat, dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. (Cky/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *