Menko Polkam Ingatkan Jangan Lengah, Minta Semua Pihak Waspadai Munculnya Terorisme

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengungkapkan tren penurunan aksi terorisme di Indonesia tidak boleh dimaknai sebagai akhir dari ancaman terhadap keamanan nasional.

“Kita mengingatkan seluruh elemen bangsa agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mencegah munculnya kembali ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme,” kata Djamari dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (30/7/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Menko Polkam menuturkan keberhasilan Indonesia menekan angka terorisme selama beberapa tahun terakhir merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan. Namun, keberhasilan itu bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan.

Berdasarkan Global Terrorism Index (GTI) 2026, Indonesia kini berada pada kategori medium impacted. Sementara itu, Global Peace Index (GPI) 2026 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat perdamaian kategori medium. Menurut Djamari, capaian tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

“Angka terorisme memang sedang menurun, bahkan kita mampu mengendalikan hingga kondisi seperti sekarang. Namun, situasi ini bukan sesuatu yang membuat kita berpuas diri. Justru kondisi yang kondusif harus semakin meningkatkan perhatian dan kewaspadaan kita,” tegas Menko Polkam.

Ia menekankan strategi pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah ancaman berkembang menjadi aksi teror. Maka dari itu, implementasi Perpres Nomor 8 Tahun 2026 harus dijalankan secara terintegrasi, berbasis bukti, adaptif terhadap perkembangan ancaman, dan berkelanjutan.

Menurutnya, ancaman ekstremisme saat ini berkembang dengan pola yang semakin kompleks, termasuk memanfaatkan ruang digital, penyebaran propaganda, hingga proses radikalisasi yang menyasar kelompok rentan. Oleh sebab itu, penanganannya tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat keamanan, tetapi memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa.

“Kegiatan hari ini merupakan awal kerja sama kita semua untuk melaksanakan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang lebih terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan. Mari kita satukan langkah, perkuat komitmen, dan bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang aman,” ujar Djamari. (Cok/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *