Kotak Mencurigakan di Sri Petaling Dimusnahkan Tim Bom, Isinya Ternyata Balok Mainan

Kabarindo24jam.com | KUALA LUMPUR – Sebuah kotak plastik yang ditinggalkan di kawasan pertokoan Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/9/2026), memicu penanganan keamanan setelah dilaporkan sebagai objek mencurigakan. Pemeriksaan kemudian memastikan tidak ditemukan bahan peledak, sementara isi objek tersebut berupa sejumlah kotak berisi balok bangunan warna-warni yang menyerupai mainan Lego.

Kepolisian Kuala Lumpur menyatakan laporan mengenai keberadaan objek tersebut diterima pada pukul 12.57 waktu setempat. Laporan disampaikan seorang perempuan berusia 33 tahun setelah menemukan kotak yang dinilai mencurigakan di kawasan Jalan Radin Bagus, Sri Petaling. Penanganan dilakukan dengan prosedur khusus karena pemeriksaan awal di lokasi dilaporkan menunjukkan pembacaan radiasi yang relatif tinggi.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut membuat aparat memperlakukan objek sebagai potensi ancaman sampai pemeriksaan lebih lanjut dapat memastikan sifat dan kandungannya. Unit Pemusnah Bom (UPB) Kepolisian Kuala Lumpur kemudian dikerahkan bersama unit CBRNE Bukit Aman yang menangani ancaman kimia, biologis, radiologis, nuklir dan bahan peledak.

Agensi Nuklear Malaysia juga dilibatkan dalam pemeriksaan dan penilaian terhadap kondisi di lokasi.
Untuk mengamankan objek, tim UPB menggunakan perangkat Recoilless Disruptor 5.0. Tindakan tersebut dilakukan untuk menghancurkan objek mencurigakan tanpa mengharuskan petugas membuka atau memeriksanya secara langsung dalam kondisi yang belum dipastikan aman.

Setelah objek dihancurkan dan diperiksa, polisi menemukan beberapa kotak yang diduga berisi balok bangunan berwarna-warni. Benda tersebut disebut menyerupai balok mainan Lego dan tidak menunjukkan adanya bahan peledak seperti yang dikhawatirkan pada tahap awal.

Pemeriksaan lanjutan oleh Departemen Tenaga Atom Malaysia kemudian tidak menemukan pembacaan radioaktif di lokasi. Dengan demikian, laporan awal mengenai pembacaan radiasi tidak dapat disamakan dengan kesimpulan bahwa objek tersebut terbukti mengandung bahan radioaktif berbahaya.

Area sekitar lokasi sempat diamankan selama proses pemeriksaan. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan keberadaan petugas dan garis pengamanan di sekitar lokasi, sementara arus kendaraan di sekitar kawasan dilaporkan ikut terdampak karena pengalihan selama operasi berlangsung.

Kepala Polisi Kuala Lumpur Datuk Fadil Marsus mengatakan penyelidikan terhadap kejadian tersebut masih berlangsung. Polisi juga membuka kertas penyelidikan berdasarkan Seksyen 506 Kanun Keseksaan, yang berkaitan dengan intimidasi kriminal.

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut. Imbauan itu disampaikan karena objek mencurigakan dan informasi mengenai kemungkinan ancaman dapat dengan cepat menimbulkan kepanikan apabila disebarkan tanpa konteks hasil pemeriksaan. Dengan perkembangan tersebut.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *