Kabarindo24jam.com | Guatemala City – Pemerintah Guatemala menetapkan Status Siaga Oranye (Orange Alert) secara nasional setelah aktivitas Gunung Api Fuego (Volcán de Fuego) meningkat tajam dan memasuki fase erupsi yang dinilai berbahaya. Pihak penanggulangan bencana dan lembaga vulkanologi negara itu terus memantau perkembangan aktivitas gunung berapi yang berada sekitar 35 kilometer di barat daya ibu kota Guatemala City.
Informasi resmi dari badan penanggulangan bencana CONRED dan lembaga vulkanologi INSIVUMEH, erupsi menghasilkan kolom abu vulkanik, aliran lava, serta awan panas piroklastik yang bergerak menuruni lereng gunung melalui sejumlah jurang.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah meningkatkan status kewaspadaan dan mengaktifkan langkah-langkah tanggap darurat.
Sebagai langkah mitigasi, sedikitnya 659 warga dari delapan desa telah dievakuasi ke tempat penampungan darurat.
Di antara wilayah yang terdampak adalah El Porvenir dan Las Lajitas, sementara petugas menyatakan evakuasi tambahan terhadap komunitas lain masih dimungkinkan apabila aktivitas vulkanik terus meningkat.
Erupsi juga memuntahkan kolom abu hingga sekitar 5.000–6.000 meter di atas permukaan laut. Sebaran abu dilaporkan terbawa angin ke berbagai wilayah di sekitar gunung sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan terdampak.
Selain itu, aliran piroklastik yang terdiri atas gas panas, abu, dan material batuan menjadi ancaman utama karena dapat meluncur dengan kecepatan tinggi di lereng gunung.
Dampak erupsi juga dirasakan pada sektor transportasi dan pelayanan publik.
Pemerintah menutup National Route 14, jalur utama yang melintasi kawasan sekitar Gunung Fuego, guna mengurangi risiko terhadap pengguna jalan.
Dirute penerbangan turut memantau pergerakan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan di wilayah Guatemala.
Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sejumlah sekolah sekitar kawasan terdampak dihentikan sementara, dan seluruh aktivitas wisata dan pendakian menuju Gunung Fuego maupun Gunung Acatenango juga ditutup hingga situasi dinyatakan aman.
Gunung Fuego merupakan salah satu gunung api paling aktif di Amerika Tengah dan termasuk bagian dari jalur vulkanik Pacific Ring of Fire. Gunung ini memiliki sejarah erupsi yang mematikan, termasuk letusan besar pada Juni 2018 yang menewaskan ratusan orang serta berdampak pada sekitar 1,7 juta penduduk.
(Ls/*)







