Kabarindo24jam.com | Cibinong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Upaya tersebut tercermin dari capaian Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen, sekaligus dukungan fasilitas kesehatan yang menjadikan Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah fasilitas kesehatan terbanyak di Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat tahun 2026, cakupan UHC Kabupaten Bogor telah menjangkau sekitar 6.190.000 jiwa penduduk. Artinya, seluruh masyarakat Kabupaten Bogor telah mendapatkan jaminan dalam program UHC.
Capaian tersebut ditopang oleh ketersediaan fasilitas kesehatan yang tersebar di 40 kecamatan. Kabupaten Bogor saat ini memiliki 101 puskesmas, 31 rumah sakit umum, 286 klinik pratama, serta 5.169 posyandu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemkab Bogor untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Ajat, keberadaan fasilitas kesehatan yang relatif lengkap harus diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan, pemerataan akses, serta penguatan layanan kesehatan hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.
“Kita tentu bersyukur dengan capaian ini. Namun, yang paling penting adalah bagaimana seluruh fasilitas kesehatan tersebut benar-benar mampu memberikan pelayanan terbaik dan mudah diakses oleh masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Ajat.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor akan terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat agar berbagai program kesehatan dapat berjalan secara optimal.
“Ke depan kita optimistis pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor akan semakin baik. Cakupan jaminan sudah 100 persen, tinggal bagaimana kualitas pelayanan, pemerataan dan respons terhadap kebutuhan masyarakat terus kita tingkatkan,” katanya.
Pengelolaan sektor kesehatan daerah berada di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang dipimpin dr. Fusia Meidiawaty. Penguatan layanan dilakukan melalui fasilitas kesehatan berjenjang, mulai dari puskesmas, rumah sakit, klinik hingga posyandu.
Sebaran fasilitas kesehatan tersebut memang belum sepenuhnya merata dari sisi jenis dan jumlah. Berdasarkan data makro BPS Kabupaten Bogor dan Dinas Kesehatan, konsentrasi fasilitas kesehatan relatif lebih besar berada di kawasan urban dengan kepadatan penduduk tinggi.
Wilayah timur dan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor tercatat memiliki klaster fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Sementara itu, kawasan barat dan selatan lebih banyak ditopang fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas dan posyandu.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pemkab Bogor untuk terus memperkuat pemerataan pelayanan. Dengan jumlah penduduk yang besar dan wilayah administratif yang luas, peningkatan akses hingga ke wilayah pelosok menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat program kesehatan benar-benar dirasakan seluruh warga.
Dengan UHC yang telah mencapai 100 persen dan dukungan ribuan fasilitas kesehatan, Pemkab Bogor memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan peningkatan layanan kesehatan. Ke depan, capaian tersebut diharapkan tidak hanya tercermin dari luasnya cakupan jaminan, tetapi juga dari semakin mudahnya masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas. (Cok*/)







