Tiga Gunung Api Indonesia Kembali Aktif, Ili Lewotolok Erupsi 400 Meter, Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan

Kabarindo24kam.com | JAKARTA – Aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia kembali meningkat pada Minggu, 6 September 2026. Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat mengalami erupsi pada pagi hari, sementara Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga masih menunjukkan aktivitas erupsi.

Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada saat yang sama tetap menunjukkan aktivitas vulkanik. Aktivitas Gunung Ili Lewotolok, erupsi terjadi pada pukul 06.11 WITA. Kolom letusan teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, atau sekitar 1.823 meter di atas permukaan laut.

Bacaan Lainnya

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat. Rekaman seismograf mencatat amplitudo maksimum sekitar 40 milimeter dengan durasi erupsi sekitar 40 detik.

Aktivitas tersebut berlangsung ketika status Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II atau Waspada. Dengan status tersebut, masyarakat maupun pengunjung diminta tetap mengikuti ketentuan zona bahaya yang ditetapkan otoritas vulkanologi serta tidak melakukan aktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak material erupsi.

Di wilayah Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau juga mengalami aktivitas erupsi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu menyatakan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi serta dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan dan kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Aktivitas Anak Krakatau bahkan berdampak pada sektor penerbangan.Abu vulkanik terdeteksi menyebar di sejumlah wilayah dan memengaruhi ruang udara sekitar Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan signifikan terhadap penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebanyak 209 penerbangan terdampak akibat sebaran abu vulkanik.

Pihak petugas juga menetapkan pembatasan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung api dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Sementara Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Data pemantauan terbaru mencatat adanya guguran lava pijar dan aktivitas kegempaan. Pada periode pemantauan sebelumnya, guguran lava tercatat meluncur ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak maksimum sekitar 1,7 kilometer. Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Dengan demikian, informasi mengenai “tiga gunung meletus” perlu ditempatkan secara proporsional.

Ili Lewotolok memang mengalami erupsi pada Minggu pagi, Anak Krakatau juga sedang mengalami aktivitas erupsi, sedangkan Merapi berdasarkan data pemantauan terbaru menunjukkan aktivitas vulkanik berupa guguran lava dan kegempaan. Ketiganya tidak berada dalam satu kawasan dan aktivitas masing-masing dipantau oleh otoritas vulkanologi terkait.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *