Cegah Perluasan Karhutla, Pemerintah Perkuat Strategi Putus Kepala Api

Kabarindo24jam.com | Jakarta, 14 Oktober 2026 — Pemerintah memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memutus kepala api menggunakan alat berat serta membangun sumur bor untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, strategi tersebut dilakukan dengan menyasar titik utama pergerakan api, bukan sekadar mengejar kobaran api yang terus menyebar.

Bacaan Lainnya

“Sekarang kita coba memutus kepala apinya. Kepala apinya yang kita putus dengan kecepatan, menggunakan alat berat supaya menghindari mudarat yang lebih besar lagi. Ini akan tambah nanti ada mungkin 4-5 ekskavator lagi untuk menyekat apinya,” ujar Raja Juli, seperti dikutip Rabu (14/10).

Selain menggunakan alat berat, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 30 sumur bor untuk mendukung pemadaman di titik-titik rawan. Sumur bor tersebut akan ditempatkan dengan jarak sekitar 50 meter di sepanjang kepala api guna memperkuat ketersediaan air di lokasi kebakaran.

Raja Juli menegaskan, pemerintah juga mengoptimalkan berbagai upaya untuk mengendalikan karhutla, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). “Apakah itu dari kebupaten yang ada Karhutla atau tidak, tetap kita semai (garam ke awan potensial) untuk melakukan pelembapan,” tuturnya.

Sementara itu, pengerahan helikopter untuk pemadaman dari udara tetap menyesuaikan kondisi jarak pandang di lapangan. “Kita akan terus berusaha ketika nanti ada celah untuk waterbombing turun. Kita turun, jadi tidak kurang-kurang,” tegasnya.

Penanganan karhutla di lapangan turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Para petugas terus berupaya mengendalikan kebakaran di tengah kondisi lapangan yang berat.

Pada kesempatan yang sama, Raja Juli menyampaikan empati kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla selama tiga bulan terakhir. Ia mengatakan, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menangani kebakaran sekaligus terbuka terhadap evaluasi masyarakat atas langkah-langkah yang telah dilakukan.

“Kami sangat berempati dan oleh karena itu sekaligus ini memotivasi kami untuk bekerja dengan lebih sungguh-sungguh,” katanya.

Raja Juli menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik, saran, dan evaluasi masyarakat, baik yang disampaikan melalui media massa maupun media sosial. Menurutnya, masukan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk meningkatkan keseriusan dalam menangani karhutla.

“Kritik itu adalah vitamin, obat untuk memotivasi kami untuk bekerja lebih keras,” pungkasnya.

 

(lS/*)

Source : Kemenhut & Kemenkopolkam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *