Kabarindo24jam.com | Jakarta, 14 Oktober 2026 — Kementerian Kehutanan mengatakan pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat telah menyelamatkan 232 satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 8 Oktober 2026.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan bahwa jumlah satwa yang diselamatkan tersebut meningkat dari 202 ekor, berdasarkan data per 29 September 2026.
Menurutnya, hal ini mencerminkan bahwa pemerintah tidak hanya mengutamakan keselamatan manusia dalam penanganan karhutla, tetapi juga memperhatikan keselamatan dan kelangsungan hidup satwa liar.
“Kami dari Kementerian Kehutanan tidak hanya fokus melindungi masyarakat, tetapi kami juga fokus untuk menyelamatkan satwa liar yang terdampak dari kejadian kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ristianto dalam konferensi pers, Rabu (14/10).
Lebih lanjut, ia merinci jumlah, spesies, dan persebaran satwa yang diselamatkan hingga 8 Oktober 2026.
Sebanyak 76 ekor bekantan berhasil diselamatkan, dengan 73 ekor di antaranya ditemukan di Kalimantan Selatan. Selain itu, pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat menyelamatkan 71 orang utan, yang terdiri atas 46 ekor di Kalimantan Barat dan 25 ekor di Kalimantan Tengah.
Ristianto menambahkan bahwa sebanyak 24 ekor trenggiling juga berhasil diselamatkan, dengan rincian 12 ekor di Kalimantan Barat, sembilan ekor di Kalimantan Tengah, dan tiga ekor di Sumatera Selatan. Selain itu, sebanyak 15 ekor monyet ekor panjang dan sembilan ekor kukang juga telah diselamatkan dari lokasi terdampak karhutla.
Terakhir, pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat juga menyelamatkan 37 satwa dari berbagai spesies, di antaranya lutung, kucing kuwuk, dan ular.
Ia mengatakan pemerintah tetap berkomitmen akan terus melakukan penyelamatan satwa liar dari ancaman karhutla. Oleh karenanya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik.
Sebagai bentuk partisipasi, ia pun mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi pusat layanan 24 jam jika menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan darurat.
Adapun nomor yang bisa dituju mencakup Balai KSDA Kalimantan Barat di nomor 0811 577 6767, Balai KSDA Kalimantan Tengah di nomor 0811 5218 500, dan Balai KSDA Kalimantan Timur di nomor 0821 1333 8181.
“Dan kami sangat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi sendiri, karena penanganan penyelamatan satwa liar ini memang memerlukan keahlian khusus,” jelas dia.
*Pemerintah Perkuat Upaya Pemadaman di Tanjung Puting*
Pada saat yang sama, Ristianto mengatakan pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting untuk mencegah meluasnya kebakaran dan melindungi habitat satwa liar, termasuk orang utan.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Kementerian Kehutanan telah mengerahkan 117 personel dari Balai Taman Nasional Tanjung Puting serta mengirimkan 10 personel dari Taman Nasional Karimunjawa dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak ke lokasi.
Penguatan personel juga dilakukan melalui penambahan sekitar 372 personel dari berbagai unsur, di antaranya 175 personel dari Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai, 30 personel Polres Kotawaringin Barat, 30 personel BPBD Kotawaringin Barat, dan 112 personel dari mitra Balai Taman Nasional Tanjung Puting.
Ia mengatakan penguatan penanganan ini sejalan dengan perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto terhadap karhutla di Tanjung Puting.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, dalam waktu sesingkat-singkatnya, Kementerian Kehutanan beserta para pihak segera ingin menuntaskan kejadian karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya khususnya di Taman Nasional Tanjung Puting,” pungkas Ristianto.
(LS/*)
Source : Kemenhut & Kemenkopolkam






