Kabarindo24jam.com | BANGLI, BALI – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bangli, Bali, pada Minggu (1/11/2026) malam menyebabkan badan jalan di kawasan Pulasari, Kecamatan Tembuku, amblas hingga memutus akses kendaraan. Kerusakan terjadi pada ruas jalan yang menghubungkan wilayah Bangbang dan Penaga Landih.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 23.00 WITA. Hingga Senin (2/11/2026), jalan yang terdampak belum dapat dilalui kendaraan sehingga masyarakat harus menggunakan jalur alternatif.
Informasi yang dihimpun dari perkembangan penanganan di lapangan menyebutkan, lokasi kerusakan berada di Banjar Dinas Pulasari Kawan, Desa Persiapan Pulasari, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli.
Kronologi dan penyebab jalan amblas
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bangli pada Minggu malam diduga memicu peningkatan debit air di sekitar badan jalan.
Aliran air yang besar diperkirakan tidak dapat tertampung secara optimal oleh gorong-gorong di bawah jalan. Kondisi tersebut menyebabkan badan jalan tergerus hingga akhirnya amblas dan putus.
Kerusakan jalan diperkirakan mencapai sekitar 12 meter. Namun, data ukuran kerusakan masih perlu disesuaikan dengan hasil pengukuran teknis di lapangan.
Kepala Dusun Pulasari Kawan, I Wayan Kardiyasa, menyampaikan bahwa putusnya jalan berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat setempat.
Ruas tersebut selama ini digunakan warga untuk berbagai aktivitas, termasuk kendaraan pengangkut kayu dan pakan ternak.
Untuk mengatasi terputusnya akses utama, masyarakat sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Pulasari Kangin. Jalur tersebut menghubungkan kembali kawasan Pulasari Kawan dengan wilayah sekitarnya. Meski masih dapat digunakan, warga harus menempuh perjalanan memutar sekitar 3–4 kilometer.
Kondisi tersebut menyebabkan waktu perjalanan bertambah dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas harian masyarakat. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Bangli telah meninjau lokasi kerusakan. Tim teknis melakukan pengukuran untuk menentukan kebutuhan penanganan serta opsi perbaikan jalan.
Dinas PUPRPerkim Bangli menyatakan kerusakan tersebut tergolong cukup parah dan memerlukan anggaran besar untuk perbaikan permanen. Pemerintah daerah masih membahas langkah penanganan, termasuk kemungkinan perbaikan sementara agar akses masyarakat dapat kembali berfungsi.
(Los/*)






