Kabarindo24jam.com | FLORIDA – Sebuah pesawat jet bisnis jenis Learjet 60 jatuh di kawasan permukiman Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 12.50 waktu setempat. Seluruh sembilan orang yang berada di dalam pesawat dilaporkan meninggal dunia.
Pesawat yang sedang dalam penerbangan dari Austin, Texas, menuju North Eleuthera, Bahama, menghantam tanah di dekat Military Trail dan kawasan Cresthaven sebelum terbakar hebat.
Rekaman kamera dasbor kendaraan memperlihatkan pesawat menukik tajam dari udara, kemudian menghantam permukaan tanah dan memicu ledakan besar.
Pihak berwenang penerbangan Amerika Serikat mengonfirmasi identitas jenis pesawat dan rute penerbangannya.
Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean Duffy menyatakan seluruh sembilan orang di dalam pesawat meninggal dunia.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (National Transportation Safety Board/NTSB) memimpin penyelidikan dengan dukungan Federal Aviation Administration (FAA).
Penyebab kecelakaan belum ditetapkan secara resmi.
Data penerbangan dan laporan media penerbangan mengidentifikasi pesawat tersebut sebagai jet bisnis yang berangkat dari Austin-Bergstrom International Airport (KAUS), Texas, dengan tujuan North Eleuthera Airport (MYEH), Bahama.
Pesawat terdaftar atas nama LR60271 LLC, sebuah badan usaha yang tercatat di Delaware, Amerika Serikat.
Pesawat tersebut merupakan Learjet 60 produksi 2004 menurut laporan Aviation International News.
Awak pesawat melaporkan sedang menangani pembentukan es (icing) pada pesawat. Pilot juga menyampaikan adanya turbulensi sedang dan meminta informasi mengenai kondisi penerbangan yang lebih stabil.
Meminta perubahan ketinggian
Pilot melaporkan kondisi turbulensi yang menyebabkan perubahan ketinggian pesawat. Awak kemudian meminta izin untuk naik dari sekitar 35.000 kaki menuju 37.000 kaki.
Dalam komunikasi berikutnya, laju penurunan dilaporkan mencapai sekitar 20.000 hingga 22.000 kaki per menit. Komunikasi terakhir
Pilot menyampaikan bahwa pesawat akan menghantam tanah. Komunikasi terakhir memuat pernyataan, “We’re out of time.”
Tidak lama kemudian, pesawat menghantam tanah dan meledak.
Sementara wilayah Florida Selatan juga dilaporkan mengalami hujan lebat dan badai petir pada hari kejadian. Laporan cuaca dan data komunikasi tersebut belum membuktikan bahwa cuaca menjadi penyebab langsung kecelakaan. NTSB masih harus memeriksa kemungkinan hubungan antara kondisi atmosfer, karakteristik penerbangan, dan respons pesawat
Pemerintah daerah melakukan evakuasi terhadap sekitar 600 warga dari kawasan permukiman rumah mobil (mobile home community). Mereka dipindahkan ke dua lokasi penampungan sementara.
Gubernur Florida Ron DeSantis menyampaikan bahwa hingga keterangan awal diberikan, belum ada laporan korban meninggal atau terluka di darat. Akses jalan Military Trail ditutup sementara untuk memungkinkan petugas melakukan penanganan dan pengamanan lokasi
Data pelacakan penerbangan dan perubahan ketinggian pesawat diperiksa. Kondisi cuaca, kemungkinan pembentukan es, turbulensi, serta kondisi teknis pesawat menjadi bagian dari aspek yang perlu diperiksa.
NTSB menjadwalkan pengarahan media di West Palm Beach pada 2 November 2026.
Sampai batas informasi yang dapat diverifikasi, belum ada penetapan penyebab kecelakaan oleh NTSB.
(Los/*)






