An Se-young Juara French Open 2026 usai Comeback atas P. V. Sindhu, Cetak Rekor 48 Gelar

Kabarindo24jam.com | PARIS – Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, menjuarai French Open 2026 setelah mengalahkan wakil India, Pusarla V. Sindhu, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 16–21, 21–11, 21–12.
Dalam final BWF World Tour Super 750 yang berlangsung di Prancis pada 25 Oktober 2026, An Se-young bangkit setelah kehilangan gim pertama.
Kemenangan tersebut memperpanjang rentetan prestasinya sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain paling dominan di sektor tunggal putri dunia.

Hasil ini menjadikan An Se-young juara French Open tiga tahun berturut-turut, setelah meraih gelar pada 2024 dan 2025. Ia sebelumnya juga memenangi turnamen yang sama pada 2019.
Sindhu Unggul pada Gim Pertama
Sindhu mengawali pertandingan dengan permainan agresif dan mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan lawannya.

Bacaan Lainnya

Tekanan tersebut membuat An Se-young kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.
Sindhu akhirnya merebut gim pembuka dengan skor 21–16. Hasil ini menjadi tantangan bagi An Se-young, yang sebelumnya memiliki catatan pertemuan sangat baik melawan pemain India tersebut.

Memasuki gim kedua, An Se-young memperbaiki akurasi serangan dan meningkatkan konsistensi permainannya. Ia mampu mengambil kendali pertandingan dan menjauh dalam perolehan angka.

An Se-young menutup gim kedua dengan kemenangan 21–11, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1–1. An Se-young Menentukan Kemenangan pada Gim Ketiga
Pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Sindhu sempat memberikan perlawanan dan berusaha kembali mengambil inisiatif serangan.
Namun, An Se-young mampu menjaga ketenangan serta meningkatkan intensitas permainan pada poin-poin penting.

Setelah persaingan berlangsung ketat pada awal gim, pemain Korea Selatan itu mulai memperlebar keunggulan. An Se-young akhirnya mengamankan gim ketiga dengan skor 21–12. Kemenangan tersebut memastikan gelar French Open 2026 menjadi miliknya setelah berjuang selama tiga gim.

Menurut laporan pertandingan, hasil ini juga memperpanjang rekor kemenangan An Se-young atas Sindhu menjadi 11 pertandingan tanpa kekalahan. Rekor 48 Gelar Tunggal Internasional Kemenangan di French Open 2026 membawa catatan gelar tunggal putri internasional An Se-young menjadi 48.

Jumlah tersebut melampaui rekor 46 gelar yang sebelumnya dipegang legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. Rekor itu perlu dipahami sesuai kategori pencatatannya, yakni gelar tunggal internasional. Penghitungan tersebut tidak serta-merta mencakup seluruh medali yang diraih dalam kompetisi beregu atau nomor lain.

An Se-young sebelumnya mencatatkan gelar internasional ke-47 saat menjuarai Denmark Open pada 18 Oktober 2026. Sepekan kemudian, ia menambah koleksinya menjadi 48 melalui kemenangan di Prancis.

Laporan media Korea Selatan menyebut An Se-young telah mengumpulkan 10 gelar sepanjang musim 2026. Catatan pertandingannya mencapai 66 kemenangan dan satu kekalahan dari 67 pertandingan, atau persentase kemenangan sekitar 98,5 persen.
Satu-satunya kekalahan tersebut terjadi saat ia menghadapi Wang Zhiyi dari China pada final All England Open, Maret 2026.

Setelah kekalahan itu, An Se-young membangun rentetan 50 kemenangan beruntun. Kemenangan di French Open juga melanjutkan keberhasilannya meraih lima gelar secara beruntun dalam rangkaian kompetisi terakhirnya.

Rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan konsistensi An Se-young sepanjang musim, baik dalam mempertahankan performa maupun menyelesaikan pertandingan penting.
Profil Singkat An Se-young
An Se-young merupakan pebulu tangkis tunggal putri asal Korea Selatan yang menempati peringkat pertama dunia dalam laporan pertandingan French Open 2026. Ia dikenal melalui permainan bertahan yang kuat, pergerakan lapangan yang efisien, serta kemampuan mengubah arah pertandingan ketika berada dalam tekanan.

Pada usia 24 tahun, An Se-young telah membangun rekam jejak prestasi internasional yang menonjol. Gelar French Open 2026 mempertegas dominasinya sekaligus menambah catatan sejarah dalam persaingan tunggal putri dunia.

Keberhasilannya melewati rekor gelar tunggal internasional Susi Susanti juga menjadi perkembangan penting dalam sejarah bulu tangkis putri.

(Los/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *