Kabarindo24jam.com | Cibinong -Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan menyatakan komitmennya sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk berperan aktif dalam penyediaan dan pendistribusian air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung penanganan bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.
Selain arahan Bupati Rudy, hal ini juga merupakan tindaklanjut dari Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor Nomor : 300.2/11/KEP-TD/BPBD Tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan di Kabupaten Bogor Tahun 2026,
Langkah yang diambil PDAM Tirta Kahuripan adalah membuka akses 8 instalasi pengolahan air untuk dijadikan stasiun pengisian air bersih melalui mobil tangki, menyediakan 12 armada tangki untuk membantu pendistribusian air bersih dan mengoptimalkan Water Treatment Plant (WTP) mobile di lokasi rawan kekeringan.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, mengungkapkan bahwa PPDAM Tirta Kahuripan mempunyai peran lain selain melayani pelanggannya, namun juga memiliki fungsi tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat saat terjadi kondisi darurat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, kami juga memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan, terutama di daerah lokasi bencana kekeringan,” jelas Abdul Somad dalam keterangannya yang dikutip, Senin (2/8/2026).
“Hingga saat ini tercatat 385.000 liter air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang sudah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor dan tentunya kita berdoa semoga bencana kekeringan ini tidak berlangsung lama.” sambung Abdul Somad.
Mantan jurnalis ini juga mengimbau kepada pelanggan maupun masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau dengan mengutamakan kebutuhan pokok, menampung air sebagai cadangan serta menjaga sumber-sumber air dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai karena akan mengganggu proses produksi pengolahan air bersih di instalasi.
Untuk diketahui, bagi warga yang mengalami krisis air bersih dapat membuat permohonan bantuan melalui Pemerintah Desa yang ditujukan kepada BPBD Kabupaten Bogor. Selanjutnya BPBD akan melakukan asesmen kebutuhan dan mengkoordinir pendistribusian melalui mobil tangki bersama PDAM Tirta Kahuripan, Damkar, Dinsos, PMI dan PU (BBWS).
Melalui sinergi antara Perangkat Daerah dan kesadaran masyarakat atas pentingnya menjaga kelestarian air, tegas Abdul Somad, diharapkan kebutuhan air bersih selama musim kemarau dapat terus terpenuhi sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan. (Cok)







