Kabarindo24jam.com Jepang – Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menggunakan kapal pesiar Costa Serena sebagai salah satu lokasi akomodasi atlet dan ofisial, menggantikan konsep pembangunan satu kompleks Athletes’ Village permanen.
Kapal berbendera Italia itu telah tiba di Kinjo Pier, Nagoya Port, pada 15 September 2026 dan digunakan sebagai “floating village” selama penyelenggaraan Asian Games.
Menurut Olympic Council of Asia (OCA), Costa Serena memiliki panjang sekitar 290,2 meter, bobot kotor sekitar 114.000 GT, sekitar 1.500 kabin, serta kapasitas penumpang yang tercantum sekitar 3.780 orang. Dalam pengaturan khusus Asian Games, penyelenggara menyatakan kapal tersebut dapat menampung hingga sekitar 4.000 atlet dan ofisial pada satu waktu.
Costa Serena bukan kapal baru. Kapal tersebut dibangun pada 2007 dan telah menjalani pembaruan besar sebelum digunakan dalam rangkaian Asian Games. Data resmi Costa Cruises menunjukkan kapal memiliki berbagai fasilitas akomodasi dan layanan, termasuk ratusan kabin dengan balkon, restoran, kolam renang, fasilitas olahraga dan ruang-ruang pelayanan penumpang.
Kapal memiliki 14 dek dan sekitar 1.100 awak yang menangani pelayanan, pemeliharaan, katering serta keselamatan kapal.
Bukan Seluruh Atlet Tinggal di Kapal
Penggunaan Costa Serena tidak berarti seluruh peserta Asian Games ditempatkan di kapal.
OCA menjelaskan bahwa karena penyelenggara tidak membangun satu Athletes’ Village tradisional, sekitar 17.000 atlet dan ofisial dari 45 National Olympic Committees ditempatkan dalam beberapa jenis akomodasi, termasuk kapal pesiar, hunian sementara di Garden Pier, serta hotel di Nagoya dan wilayah Aichi.
Costa Serena terutama menjadi tempat tinggal sementara bagi ribuan peserta yang membutuhkan akomodasi di kawasan Nagoya. Kapal berada dalam kondisi ditambatkan di pelabuhan, bukan digunakan sebagai kapal pesiar yang membawa atlet berkeliling selama pertandingan.
OCA menyatakan Costa Serena mulai beroperasi sebagai fasilitas akomodasi Asian Games sejak 15 September hingga 6 Oktober 2026, atau sekitar 22 hari. Para atlet mulai naik ke kapal pada 16 September, sementara pertandingan Asian Games berlangsung 19 September–4 Oktober 2026.
Dengan demikian, masa penggunaan kapal sebagai fasilitas Asian Games mencakup periode sebelum pembukaan, seluruh periode pertandingan, hingga beberapa hari setelah penutupan.
Mengapa Menggunakan Kapal?
Keputusan tersebut berkaitan dengan pilihan penyelenggara untuk tidak membangun Athletes’ Village permanen. Kapal yang sudah memiliki ribuan kabin dan fasilitas dasar akomodasi dapat ditempatkan di pelabuhan dan digunakan sementara, kemudian kembali menjalankan fungsi komersialnya setelah kontrak berakhir.
OCA sebelumnya menjelaskan bahwa penyelenggara akan menggunakan kapal pesiar yang ditambatkan di Kinjo Pier sebagai salah satu solusi akomodasi. Pilihan tersebut juga dipandang sebagai alternatif terhadap pembangunan kompleks baru yang hanya dibutuhkan selama penyelenggaraan event.
Nilai kontrak Costa Serena dilaporkan sekitar 4,5 miliar yen. Angka sekitar ¥4,5 miliar juga disebut dalam laporan mengenai kesepakatan charter kapal tersebut. Namun, terdapat variasi angka dalam sejumlah laporan, sehingga angka tersebut lebih aman disebut sebagai nilai kontrak yang dilaporkan sekitar ¥4,5 miliar, bukan sebagai angka final yang tidak memiliki perbedaan pelaporan.
Karena itu, belum tepat menyimpulkan bahwa penggunaan kapal pasti lebih murah daripada membangun Athletes’ Village apabila tidak tersedia perbandingan resmi yang mencakup seluruh biaya konstruksi, operasional, transportasi, pembongkaran, pemeliharaan dan penggunaan pasca-event.
Costa Serena merupakan kapal penumpang besar yang dirancang untuk membawa dan mengakomodasi penumpang dalam perjalanan laut. Data resmi Costa Cruises mencantumkan fasilitas kabin, layanan awak, sistem pelayanan kapal serta fasilitas pendukung penumpang. Kapal juga memiliki 14 dek dan panjang sekitar 290 meter.
Dalam konteks Asian Games, kapal tersebut digunakan dalam kondisi tertambat di pelabuhan, sehingga para atlet tidak harus menghadapi aktivitas pelayaran harian.
OCA menyatakan kapal tersebut akan menjadi akomodasi hingga sekitar 4.000 atlet dan ofisial.
Namun, istilah “aman” tetap harus ditempatkan secara proporsional. Keselamatan aktual bergantung pada pengoperasian kapal, prosedur keselamatan, kondisi cuaca, regulasi pelabuhan dan keputusan otoritas terkait.
Penyelenggara juga menghadapi tantangan cuaca karena Asian Games berlangsung pada periode yang masih berpotensi terkena topan di Jepang.
Ada Keluhan Mengenai Akomodasi Asian Games Penggunaan Costa Serena juga tidak berarti seluruh persoalan akomodasi Asian Games telah selesai.
Sejumlah atlet dan ofisial sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai beberapa fasilitas akomodasi alternatif, termasuk ukuran tempat tidur dan kondisi hunian sementara.
Pada 20 September bahwa Presiden IOC Kirsty Coventry mengunjungi bagian Athletes’ Village di Garden Pier dan menyatakan dukungan terhadap penyelenggara setelah melihat langsung fasilitas tersebut. Pada saat yang sama, laporan Reuters juga mencatat adanya kritik dari sebagian atlet mengenai kondisi tempat tinggal.
Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan sistem akomodasi Asian Games secara keseluruhan, bukan bukti bahwa Costa Serena sendiri mengalami masalah keselamatan struktural.
Kapal Kembali ke Fungsi Komersial
Penggunaan Costa Serena untuk Asian Games bersifat sementara. Setelah periode kontrak berakhir, kapal tersebut dijadwalkan kembali menjalankan operasi komersialnya. Laporan industri pelayaran menyebut kapal kemudian akan melakukan pelayaran panjang menuju Amerika Selatan.
Dengan demikian, konsep yang diterapkan Aichi-Nagoya berbeda dari pembangunan desa atlet permanen yang kemudian harus dialihfungsikan setelah event berakhir.
(Ls/*)







