Gempa M5,1 Guncang Perairan Tenggara Bitung, BMKG Catat Kedalaman 10 Kilometer

Kabarindo24jam.com | BITUNG, SULAWESI UTARA – Gempa bumi bermagnitudo 5,1 mengguncang perairan tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 12.11.04 WIB. Data BMKG menunjukkan pusat gempa berada di laut, sekitar 125 kilometer tenggara Bitung, pada kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan data gempa terbaru yang ditampilkan BMKG melalui stasiun meteorologi setempat, episenter berada pada koordinat 0,77 derajat Lintang Utara dan 126,03 derajat Bujur Timur.

Bacaan Lainnya

Guncangan dilaporkan dirasakan pada skala intensitas III MMI di Tondano dan Bitung.
Skala III MMI menggambarkan getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah, seperti getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

Tingkat dampak pada setiap lokasi dapat berbeda, bergantung pada kondisi setempat.
Perbedaan data BMKG dan USGS
Katalog Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kejadian gempa di kawasan yang sama dengan magnitudo 5,2, berjarak sekitar 117 kilometer tenggara Bitung, dan kedalaman 40 kilometer.

Waktu kejadian dalam katalog tersebut tercatat pada 5 November? Tidak—catatan waktu UTC menunjukkan 9 Oktober 2026 pukul 05.11.04 UTC, yang setara dengan pukul 12.11.04 WIB.

Perbedaan magnitudo, jarak episenter, dan kedalaman antara kedua lembaga perlu diperhatikan. Angka tersebut merupakan parameter dari masing-masing katalog dan dapat berbeda karena proses pengolahan serta pemutakhiran data seismik.

Untuk pemberitaan di Indonesia, data BMKG menjadi rujukan utama mengenai parameter lokal dan informasi yang ditujukan kepada masyarakat. Status tsunami dan dampak gempa Data BMKG yang tersedia untuk kejadian ini menyatakan gempa dirasakan di Bitung dan Tondano.

Informasi yang diperiksa belum cukup untuk memastikan secara independen kondisi kerusakan bangunan maupun jumlah korban setelah kejadian. Masyarakat diminta merujuk pada pembaruan resmi BMKG dan pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan situasi.

Informasi mengenai potensi tsunami harus mengikuti pernyataan resmi BMKG, bukan disimpulkan hanya dari besarnya magnitudo. Imbauan keselamatan. Warga yang merasakan gempa disarankan tetap tenang, menjauhi benda yang berpotensi jatuh, dan memeriksa kondisi bangunan setelah guncangan berhenti.

Jika ditemukan retakan atau kerusakan yang membahayakan, hindari memasuki bangunan sebelum dinyatakan aman. Masyarakat pesisir juga perlu mengikuti arahan petugas dan peringatan resmi apabila ada pembaruan mengenai potensi bahaya laut.

(Lo/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *